Kanal

NEWSVIDEO - Penjudi Togel Online Digerebek di Rumahnya, Ini yang Ditemukan Jajaran Polres HST

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Teknologi internet memudahkan orang melakukan apapun. Termasuk melakukan perjudian, seperti judi togel secara online yang bernilai puluhan juta.

Sekalipun tinggal jauh di pelosok, sepanjang ada akses internet , pelakunya dengan mudah melakukan tindak pidana tersebut. Seperti dilakukan Abdul Wahab (44), warga Jalan Perintis Kemerdekaan Barabai, Desa Benawa Tengah.

Dia tertangkap tangan Satreskrim Polres HST saat merekap angka-angka pesanan dari sejumlah penjudi lainnya, melalui telepon genggam. Angka tebakan tersebut selanjutnya dikirim secara online ke situs yang membuka perjudian, dimana tersangka telah memiliki akun sebagai member.

Baca: Asyik Merekap Pesanan Angka Judi Online Wahab Malah Ditangkap Polisi, Segini Uang yang Disita

Dari tersangka, Polres HST menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 10. 132.000, satu buku rekening tabungan dan ATM Bank Mandiri Gold Debit atas nama tersangka, 1 lembar kertas bertuliskan angka-angka pasangan judi togel, serta tiga telepon genggam jadul merk GSTAR, dan Nokia.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, didampingi Kasatreskrim Polres HST Iptu Shandy, Kamis (28/6/2018) dalam keterangan persnya menjelaskan, tersangka ditangkap Rabu 27 Juni pukul 14.30 wita, di rumahnya.

"Saat ditangkap dia sedang bermain judi togel di rumahnya. Barang bukti langsung kami sita. Tersangka langsung dilakukan proses hukum,"kata Kapolres. Dijelaskan, sebelum menggerebek rumah Wahab, Satreskrim Polres HST telah menerima laporan masyarakat bahwa di Desa Benawa Tengah, Jalan Perintis Kemerdekaan itu ada seseorang bermain judi togel, selanjutnya anggota Reskrim pun langsung bergerak dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti tersebut.

Baca: Live Trans TV! Live Streaming Jepang vs Polandia di Piala Dunia 2018 Bisa Ditonton dengan Cara Ini

Mengenai sistem perjudian secara online tersebut, Abdul Wahab sendiri mengaku bermain judi togel online tersebut sejak Januari 2018, dan sebelumnya pernah ditangkap dengan kasus yang sama pada 2012, dengan vonis tiga bulan.Usai menjalani hukuman dia sempat mencari usaha yaitu penjadi pedagang pengumpul sayuran.

Selanjutnya uang masuk melalui akunnya, lalu ditarik ke rekening bank. Jadi uang yang masuk ke akun, ditarik ke rekening secara otomatis. Jika ada pemasang yang menang, Wahab mengaku mendapat fee 25 sampai 27 persen. Besarnya uang kemenangan hasil mengundi nasib itu pun bervariasi. "Kadang sehari ada yang 300 ribu, untuk satu pemasang,"katanya.

Atas perbuatannya itu, Kapolres mengatakan, tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. Kapolres menyampaikan apresiasi kepada masyarakat HST yang telah memberikan informasi tentang perjudian tersebut, sehingga bersama-sama Polri memerangi permainan yang merusak mental generasi muda tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Royan Naimi
Sumber: Banjarmasin Post

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer