Kanal

Aruh Adat Disusupi Permainan Judi, Begini Cara Pendekatan Plt Bupati HST Chairansyah

Plt Bupati HST HA Chairansyah melakukan kunjungan silaturahmi bersama Dandim 1002 Barabai Letkol Inf Nur Rohman Zein, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, serta jajaran pemerintahan, TNI/Polri, Kamis 28 Juni kemarin di Balai Datu Nini - istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Plt Bupati HST HA Chairansyah menawarkan perbaikan Balai Adat dan sarana pendukung pertanian kepada para toko adat Dayak Meratus di Desa Murung B Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Suangai Tengah.

Tawaran tersebut disampaikan saat dia melakukan kunjungan silaturahmi bersama Dandim 1002 Barabai Letkol Inf Nur Rohman Zein, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, serta jajaran pemerintahan, TNI/Polri, Kamis 28 Juni kemarin di Balai Datu Nini.

Chairansyah mengatakan, masyarakat adat merupakan bagian dari HST yang juga berhak mendapat bantuan, untuk melestarikan tradisi dan adat budaya mereka.

Baca: Kini Pembuatan Kartu Kuning untuk Pencari Kerja Bisa Lewat Online, Simak Caranya di Sini

"Jika memerlukan perbaikan balai adat, silakan ajukan proposal ke Pemkab HST, Kami akan upayakan anggarannya. Termasuk untuk mendukung pertanian ladang agar hasil bercocok tanamnya lebih meningkat lagi. Sampaikan melalui kepala desa kemudian kepala desa menyampaikan ke camat,"ungkap Chairansyah.

Namun, dia pun kembali mengimbau masyarakat adat yang menyelenggarakan Aruh adat jangan lagi disusupi permainan judi.

"Kalau belum bisa meninggalkan minimal dikurangi dulu,"katanya.

Baca: Heboh Pemukulan Sopir Taksi Online di Bandara Syamsudin Noor Disebut Hoax, Ini Fakta Sebenarnya

Aruh Adat di desa Murung B, Tarlaga tersebut diselenggarakan dalam rangka syukuran atas hasil panen 12 warga di lingkungan Balai Adat Datu Nini, yang dilaksanakan sejak 21 Juni sampai 12 Juni 2018 mendatang.

Dari 51 Balai adat se HST yang tersebar di Kecamatan Hantakan, Batangalai Selatan dan Batangalai Timur, hanya balai adat ini yang menyelenggarakan Aruh adat terlama, serta disusupi perjudian yang melibatkan pihak luar lingkungan balai adat, yaitu dari kalangan masyarakat umum di kabupaten dan luar kabupaten HST.

Tujuh Lapak di belakang Balai Adat merupakan area khusus perjudian, yang buka hingga subuh.

Baca: Miris, Fenomena Bowo Tik Tok Viral, Ada yang Rela Jual Ginjal Demi Beli Tiket Meet & Great

Adanya perjudian tersebut sejak lama menuai protes warga di Kecamatan Hantakan, maupun Barabai, karena tiap kali ada perjudian, menimbulkan dampak negatif.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer