Kanal

Kajari Tanahlaut Bakar Uang Senilai Rp 201,5 Juta dalam Drum, Ternyata Ini Faktanya

Kepala Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Sri Tatmala Wahanani membakar uang kertas pecahan Rp 100 ribu sebanyak 2.105 lembar - Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kepala Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Sri Tatmala Wahanani membakar uang kertas pecahan Rp 100 ribu sebanyak 2.105 lembar atau senilai Rp 201.500.000 dalam drum kecil di halaman kantornya, Rabu (4/7/2018).

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, keberadaan uang kertas pecahan Rp 100 ribu itu merupakan barang bukti hasil kejahatan tindak pidana kriminal pemalsuan uang yang perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau terdakwanya sudah dijatuhi hukuman penjara.

Tak hanya uang palsu yang dibakar. 15.00p butir obat carnophen juga dibakar Sri Tatmala Wahanani ditemani koleganya sesama penegak hukum, Kompol Ibnu Yulianto, Kabag Sumda Polres Tanahlaut dan Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, Mohammad Amrullah serta Kepala BNNK Tanahlaut, Firmansyah.

Kegiatan pemusnahan barang bukti berlanjut menumpahkan isi botol minuman keras merek terkenal dan oplosan seperti alkohol dan tayuk serta 1o paket narkotika jenis sabu ke dalam larutan cairan bercampur deterjen.

Baca: Situs KPU RI dan KPU Purwakarta Diretas Hacker, Arahkan ke Situs Porno

Kemudian, barang bukti hasil kejahatan lainya seperti alat setrum ikan, senjata tajam dari jenis belati hingga parang panjang turut dimusnahkan dengan cara digergaji hingga senjata tajam itu tanggal belah dua.

Sri Tatmala Wahanani menjelaskan kegiatan pemusnahan barang bukti hasil kejahatan itu tindak pidana yang terjadi pada 2018, seperti tindak pidana narkotika, peredaran uang palsu, penyalahguna obat, tindak pidana ringan dan tindak pidana senjata tajam serta tindak pidana perikanan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Indosiar Timnas U-19 Indonesia vs Filipina di Piala AFF U-19 2018

"Saya berharap dengan kegiatan pemusnahan barang bukti hasil kejahatan ini memberi efek jera bagi para pelakunya agar tidak lagi mengulangi perbuatannya," katanya.

Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Adhya Satya Lambang Bangsawan mengatakan peredaran uang palsu itu terjadi di Kecamatan Kintap.

"Pelaku pengedar dan pembuat uang palsu, pasangan suami istri bernama Maharani dan Kastani. Ditangkap di Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Timur," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id / Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Sumber: Banjarmasin Post

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer