Kanal

NEWSVIDEO - Melawan Petugas, Pelaku Pencurian Logistik KPU Banjar Dihadiahi Timah Panas

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Satu truk berisi logistik KPU Banjar yang dilaporkan dicuri terparkir di halaman Polsek Martapura Kota.

Begitu pula, juga terlihat dua tumpukan logistik yang juga diamankan dari pengumpul barang bekas.

Sedikitnya ada 3000 unit bilik suara dan seribu kotak suara yang dicuri. Selain mengamankan logistik yang dicuri polisi juga mengamankan empat pelaku aksi pencurian tersebut.

Keempat pelaku yakni M Fahrudi alias Rudi (29), M Zaini Alias Gobang (28), Musana Elka (40) serta Rustam Fandi (39).

Baca: LIVE Trans TV & Trans7 Rusia Vs Kroasia Piala Dunia 2018, Nonton di Hp Telkomsel, XL & Indosat 4G!

Baca: LIVE Trans TV & Trans7 Rusia Vs Kroasia Piala Dunia 2018, Begini Cara Nonton di Hape (Hp) Kamu!

Baca: LIVE TRANS TV & TRANS7 Rusia Vs Kroasia Piala Dunia 2018, Prediksi Skor 1-2 untuk Kroasia

Baca: HASIL AKHIR Swedia vs Inggris Piala Dunia 2018 Trans TV & Trans7 Skor 0-2, Inggris ke Semifinal!

Rudi dan Musana Elka terpaksa dihadiahi timah panas dikaki setelah berupaya melakukan perlawanan kepada petugas yang hendak membekuknya.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Martapura Kota, Iptu Siswadi membenarkan anggotanya berhasil membekuk empat anggota komplotan pencurian logistik KPU Banjar.

Selain itu, pihaknya juga berhasil mengamankan satu truk logistik yang dicuri para pelaku. Nilai logistik KPU yang dicuri ini nilainya sekitar Rp 100 juta.

Sore kemarin Jumat (6/7/2018) sore, begitu pihaknya terima laporan langsung anggotanya lakukan penyelidikan ke pengumpul barang bekas. Dari situ pihaknya memperoleh identitas pelaku dan malam tadi juga mereka berhasil diamankan.

"Ada empat pelaku yang berhasil kita bekuk. Mereka ini, dari dua komplotan berbeda. Saat ini, lima anggota komplotan lainnya masih kita kejar, ujar Kapolsek didampingi Kanitreskrim Aiptu Sonny. (Banjarmasinpost.co.id/Hari Widodo)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer