Kanal

Polres HST Ciduk Tiga Tersangka Pembawa Senjata Tajam, Satu di Antaranya di Warung Malam

Polres HST saat ekspose hasil operasi Kriminal Jalanan, Jumat (13/7/2018). Pada kesempatan itu Polres HST juga mengenalkan unit baru di Satreskrim Polres HST, yaitu Unit Reaksi Cepat yang bertugas khusus menghadapi kriminalitas jalanan. - Banjarmasinpost.co.id/hanani

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polres Hulu Sungai Tengah, menangkap tiga tersangka pembawa senjata tajam tanpa izin, saat operasi Kriminal Jalanan, yang dipimpin Kasatreskrim Polres HST sejak 11 Juli 2018.

Kapolres HST melalui Wakapolres Kompol Sarjaini, saat konfrensi Pers di Aula Mapolres HST, Jumat (13/7/2018) menjelaskan, salah satu tersangka, SR (25) warga Gambah Rt 009 Desa Muararintis, Kecamatan Batangalai Utara HST, ditangkap hari ini, pukul 00.30 wita, disebuah warung malam, di Terminal Keramat Barabai.

"Saat itu anggota Polres sedang melakukan patroli dan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap para pengujung warung malam. Saat digeledah, SR kedapatan membawa senjata tajam jenis penusuk, selanjutnya diamankan ke Polres HST,"kata Sarjaini.

Dua tersangka kasus sajam lainnya, MR (24) warga Desa Hulu Rasau, Barabai dan MY (41) warga Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, MR ditangkap Kamis 12 Juni pukul 22.00 Wita, setelah mendapat laporan warga di Jalan Walangsi-kapar, tepatnya desa Pelajau ada keributan dan pemalakan.

Setelah di TKP kata Wakapolres ditemukan beberapa orang berdiri di pinggir jalan, sebagian kabur. Namun salah seorang berhasil ditangkap, MR. "Saat diperiksa. Di pinggang bagian kiri celananya ditemukan pisau tanpa dilengkapi surat izin sah, sehingga diapoun ditangkap dan dibawa ke Mapolres.

Baca: Jadwal Live Indosiar Timnas U-19 Indonesia vs Thailand Perebutan Peringkat 3 Piala AFF U-19 2018

Sedangkan MY, juga ditangkap 12 Juli, pukul 22.00 Wita di Desa Ayuang, Barabai. Dia ditemukan membawa senjata tajam jenis pisau penusuk tanpa izin, yang ditaruh di jok sepeda motor.

Menurut Sarjaini, operasi kriminal jalanan, bisa dipicu oleh senjata tajam, mabuk-mabukan serta penyakit masyarakat lainnya, baik saat dikeramaian maupun di jalanan yang sepi. Di Barabai sendiri, jalan lingkar Walangsi-Kapar saat ini rawan kriminal jalanan karena situasi jalan yang sepi.

Sementara itu, khusus mennagani kriminal jalanan, Polres HST membentuk unit reaksi cepat (URC) Satreskrim, yang personelnya berjumlah delapan orang.

Anggota URC tersebut, jelas Wakapolres bakal diturunkan menindaklanjuti laporang di lapangan terkait kriminalitas di jalan raya. Anggota URC berseragam hitam-hitam, dilengkapi masker wajah, kacAmata hitam, helm hitam serta rompi antipeluru dan sajam. Mereka juga dilengkapi senjata Laras panjang. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Sumber: Banjarmasin Post

Inilah Sosok Ibu Angkat yang Tega Siksa dan Sekap 3 Anaknya Bersama Ular dan Anjing di Makassar

Berita Populer