Kanal

Ketua REI Kalsel Sebut Pembangunan Permukiman Bukan Ancaman Bagi Lahan Pertanian

Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril - hasby

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pembangunan permukiman yang dianggap megancam lahan pertanian di Kabupaten Banjar membuat Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril angkat bicara.

“Saya menganggapnya bukan ancaman seolah-olah mematikan lahan pertanian, kami tidak berwenang untuk itu. Tapi kami menyesuaikan renana tata ruang kabupaten yang sudah diprogramkan oleh pemerintah daerah,” katanya, Minggu (15/7).

Dijelaskannya, dari tata ruang kabupaten setempat itulah diperbolehkan untuk pemukiman dan pangsa pasarnya ada, maka pengembang melihat peluang tersebut.

Baca: Waduh, Drainase di Jalan Nasional di Kotabaru Ini 30 Tahun Dibiarkan Buntu, Simak Videonya

Menurutnya, tentunya pemerintah daerah setempat harusnya sudah menyadari dan mengantisipasi lonjakan pertumbuhan penduduk year on year di daerahnya, dimana tidak dapat dihindari kemajuan pembangunan dan fasilitas prasarana yang ada di masyarakat.

Baca: Mau Nonton LIVE STREAMING Final Piala Dunia 2018 Perancis vs Kroasia, Klik Link Ini di Ponsel

Contohnya kemajuan kota Banjarmasin yang begitu pesat dan menyediakan berbagai fasilitas. Terbaru terbaru trans studio mini yang tentunya menarik minat masyarakat diluar kota Banjarmasin untuk mencari tempat tinggal dekat kota Banjarmasin.

Dengan demikian, daerah-daerah yang sebagai penyangga kota Banjarmasin akan semakin diminati untuk huniannya, dikarenakan kota Banjarmasin terbatas lahannya. Jadi yang dulunya Kabuapten Banjar di Jalan A Yani Km 8 sampai Gambut, penyedia lahan pertanian sekarang menjadi banyak pemukiman.

“Karena kebutuhan masyarakat itu sendiri yang pemerintah daerahnya harusnya segera antisipasi. Harus memikirkan lonjakan penduduk bukan hanya kebutuhan lahan pertanian, pemda juga harus memberikan insentif kepada petani agar terus menggeluti bidangnya supaya bertahan lama,” ujarnya.

Ada upaya dari pemerintah bagaimana agar petani bisa menjadi petani modern. Itu pun menurut Roy kalau memang pertanian mau dipertahankan disekitar kemajuan pemukiman, kalau tidak demikian, maka cari daerah lainnya yang dibuka untuk pertanian.

Petani juga menginginkan kesejahteraan, mereka juga ingin umroh, beli rumah dan mendapatkan fasilitas yang maju. Oleh karena itu banyak dari mereka menjual tanahnya untuk kesejahteraan mereka dan anak cucunya.

“Menjadi catatan adalah perumahan bukan ancaman, kami menyediakan kebutuhan masyarakat yang memang butuh tempat tinggal yang dekat dengan perkotaan agar keluarganya maju dan sejahtera,” tegas Roy. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer