Kanal

Esai Zulfaisal Putera: Intalu Tambuk

Zulfaisal Putera - istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASINApa gunanya merdeka/Kalau tak bertelur/Apa gunanya bebas/Kalau tak menetas?

Begitulah bait awal puisi karya Sutardji Calzoum Bachri (SCB) berjudul Wahai Pemuda Mana Telurmu? Dua kali puisi yang terdiri 44 larik dalam 12 bait itu dibacakan penyair berusia 77 tahun, kelahiran Rengat ini dalam acara Festival SastraBengkulu, 13-15 Juli 2018 lalu. Seperti biasa, pembacaan puisi oleh SCB ini sangat memukau.

Sekali pun oleh banyak pengamat, beberapa karya puisi SCB terakhir, termasuk puisi di atas dianggap berbeda dari gayanya selama ini, yang banyak bergelut pada puisi mantera, tetapi pesan yang disampaikan tetap menarik.

Baca: Dibuka Pendaftaran CPNS 2018, Lulusan SMA & D3 Serta S1, Terbanyak Dicari Guru dan Tenaga Kesehatan

Pada puisi yang ditulis pada Agustus 2010 itu, Presiden Penyair Indonesia ini, demikian gelar SCB, menggunakan ‘telur’ sebagai idiom idenya.

Telur dalam puisi SCB ini takjauh beda maknanya dengan telur dalam kehidupan nyata. Telur sebagai benda bercangkang yang mengandung zat hidup. Telur yang bisa menetaskan anak. Telur yang bakal melahirkan generasi demi generasi.

Telur yang diibaratkan SCB sebagai Kepompong menetaskan kupu-kupu, Kuntum membawa bunga, (dan) Putik jadi buah.

Baca: Lulusan D3 dan SMA Wajib Siapkan 6 Dokumen Ini untuk Pendaftaran CPNS 2018, LINK SSCN.BKN.GO.ID

Teringat filosofi telur yang sangat terkenal. “Jika telur pecah karena faktor dari luar, maka kehidupan berakhir.

Namun, jika telur pecah karena energi dari dalam, maka kehidupan dimulai”. Makna filosofi ini sangat dalam dan tajam. Tidak hanya sebagai kalimat yang punya makna, tetapi juga menjadi semacam peringatan.

Telur adalah benda yang punya otoritas dan otonomi sendiri. Dia menerapkan peraturan yang ketat dalam memperlakukan dirinya.

Baca: Hari Ini Pengumuman Hasil UTM IPB 2018, Besok Pengumuman UM Undip 2018, Klik 2 Link Berikut Ini

Sebagai benda yang memiliki cangkang, yang takterlalu tebal dan mudah pecah, telur punya tanggung jawab besar terhadap apa yang dikandungnya yaitu zat yang menjadi cikal bakal generasi selanjutnya.

Itulah penggalan esai Zulfaisal Putera berjudul Intalu Tambuk. Selengkapnya baca di Banjarmasin Post edisi, Minggu (22/07/2018).

Editor: Idda Royani
Sumber: Banjarmasin Post

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer