Kanal

Warga Banjar Belum Banyak Manfaatkan Aplikasi Lapor. Ini Penyebabnya

Aplikasi Lapor belum banyak dimanfaatkan warga - hasby

BANJARMASINPOST.CO.ID MARTAPURA - Aplikasi Lapor! Memberikan ruang kepada warga untuk menyampaikan keluhan kepada pemerintah. Namun, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan aplikasi ini.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Kabupaten Banjar, Heru Pitaya mengatakan, Layanan Aspirasi Publik Online Rakyat (Lapor) sudah setahun diluncurkan persisnya September 2017. Aplikasi ini, merupakan amanat dari Inpres tentang keterbukaan informasi publik dan layanan publik.

Pemkab Banjar sudah melaksanakan Inpres tersebut, pertama Banjarmasin kedua Kabupaten Banjar dan diiikuti Kabupaten Kota lainnya di Kalsel. Pelaksanaannya 24 jam menerima laporan, tetapi menjawab keluhan hanya pada hari kerja, Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00 wita sampai 17.00 wita.

“Animo masyarakat setiap hari ada saja. Tetapi, terkait jumlah banyaknya laporan
kabupaten berbeda dengan Kota. Bahkan adanya penyetruman ikan di Bincau masuk laporan,” katanya.

Baca: Jelang pendaftaran CPNS 2018, Ada Peserta Terdaftar di SSCN.BKN.GO.ID, Ini Kata BKN

Pihaknya, terkait aplikasi ini hanya sebagai penghubung kemudiam meneruskan keluhan masyarakat kepada dinas terkait. Sms dikenakan biaya, tergantung operator dengan kisaran Rp 100 satu kali kirim.

Melalui aplikasi ini, terang Heru, laporan masyarakat yang masuk memang tidaklah banyak. Bisa satu bahkan tidak ada sama sekali. Padahal pihaknya sudah gencar sosialisasi Lapor tersebut baik melalui radio, media cetak dan stiker-stiker.

“Kendala di aplikasi Lapor macam-macam, pertama masyarakat belum mengenal dan ada juga yang sudah kenal tapi enggan, atau mungkin merasakan disepelekan,” jelasnya.

Menurutnya, prosesnya cukup mudah langsung Sms ketik ke 1708, Banjar (Spasi) Isi Keluhan, selanjutnya operator langsung menghubungkan ke instansi terkait dan pelapor mendapat akan meneruma jawaban dengan tenggat waktu maksimal tiga hari jawaban atau penjelasan langsung dari instansi terkait kepada yang bersangkutan, karena setiap instansi ada operator.

“Kami hanya mengecek apakah sudah dijawab atau belum, atau disebut kami ini hanya penghubung,” infonya.

Baca: Tak Hapal Nomor Pintu Gerbang Masjid Nabawi, Ratusan Jemaah Haji Indonesia Tersesat di Madinah

Disebutkannya keluhan yang banyak masuk ke aplikasi Lapor tentang infrastruktur, seperti jalan yang rusak, ada juga masalah kesehatan, pendidikan. Terpenting penanganannya yang cepat dan setiap hari selalu dimonitor. Bukan melihat banyaknya laporan yang masuk, percuma banyak laporan masuk tetapi penanganannya lamban.

“Ada proses dalam menanggapi keluhan yang masuk, karena ada instansi terkait yang mengeksekusi dan tidak bisa serta merta langsung menjawab. Misalkan keluhan jalan rusak khan dilapangan dulu kondisi di lapangan, itu yang namanya ditangani,” tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Sumber: Banjarmasin Post

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer