Kanal

Menyemai Bibit Penulis Muda di Kalimantan Selatan

Workshop Karya Tulis Fiksi bersama Tias Tatanka yang diselenggarakan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) pada penghujung 2017 silam. - istimewa/yabn

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kemampuan menulis dan membaca di suatu negara menjadi salah satu hal yang saling berkaitan dengan tinggi rendahnya tingkat literasi atau bahkan pendidikan yang dimiliki suatu bangsa.

Indonesia sering kali dikritik sebagai negara yang memiliki tingkat literasi yang rendah.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2012 indeks minat baca penduduk Indonesia 0.001, yang artinya hanya 1 dari 1000 dari penduduk Indonesia memiliki minat baca.

Sayangnya, rendahnya minat baca dikalangan masyarakat juga sejalan dengan minimnya minat tulis.

Workshop Karya Tulis Fiksi bersama Tias Tatanka yang diselenggarakan oleh Yayasan

Adaro Bangun Negeri (YABN) pada penghujung 2017 (istimewa/yabn)

Selama ini literasi hanya dinilai sebagai tinggi rendahnya minat baca di masyarakat, pada saat ini pendidikan dijalankan dengan tujuan untuk mengasah manusia untuk memiliki kemampuan 4R untuk mengatasi masalah, yakni; Reading, wRiting, aRitmethic dan Reasoning.

Literasi menjadi bagian dari membaca, menulis dan berpikir kritis yang diharapkan muncul melalui pendidikan.

Dewasa ini literasi memang tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan, walau fakta dilapangan banyak orang berpendidikan tidak memiliki kemampuan literasi yang baik.

peserta Workshop Karya Tulis Fiksi bersama Tias Tatanka yang diselenggarakan oleh

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post

Inilah Sosok Ibu Angkat yang Tega Siksa dan Sekap 3 Anaknya Bersama Ular dan Anjing di Makassar

Berita Populer