Kanal

Properti Sektor Komersil Lesu, Pengembang Harapkan Kebijakan Relaksasi

ilustrasi perumahan komersil - Istimewa/IG Mahatama _

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Industri properti segmen rumah komersil non subsidi di Kalimantan Selatan (Kalsel) dirasakan jalan ditempat sejak beberapa tahun lalu.

Namun, rencana pelonggaran kebijakan loan to value (LTV) oleh Bank Indonesia diharapkan bisa kembali gairahkan industri sektor properti.

Menurut Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril, jika aturan terkait LTV baru ini diterapkan, membuka peluang ringankan beban uang muka untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Dijelaskan Royzani, saat ini uang muka uang muka KPR non subsidi minimal dikisaran 15 sampai 20 persen, namun dengan pelonggaran aturan LTV diharapkan bisa lebih ringan di kisaran 5 hingga 10 persen.

Baca: Cara Pendaftaran CPNS 2018 yang Akan Dibuka Akhir Juli 2018, Mulai Login Sampai Cetak Kartu

"Kalau bisa diberlakukan tentu lebih ringan bagi calon nasabah KPR, namun tentunya ini berlaku untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya," kata Royzani.

Selain di sisi regulasi terkait LTV KPR yang cukup berat, Roy menilai memang kondisi perekonomian Kalsel yang sempat lesu menjadi faktor utama sepinya peminat properti rumah komersil di Banua.

Menurutnya, bahkan karena keadaan ini kurang lebih 90 persen dari Anggota DPD REI Kalsel fokus menggarap segmen rumah bersubsidi yang dinilai lebih masuk akal untuk dikembangkan saat ini. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer