Kanal

Tingkatkan Layanan Publik, Pemkab Tabalong Kembali Luncurkan Layanan Online

Sekda Tabalong H AM Sangadji memukul gong sebagai tanda peluncuran layanan publik online, SIPPADI, SIMPATEN dan SI LANGKAR - istimewa/diskominfo

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Inovasi layanan publik dengan menerapkan sistem online saat ini terus dilakukan Pemkab Tabalong.

Terbaru, Senin (30/7/2018) di Taman Giat Kota Tanjung, ada tiga layanan publik sistem online yang telah dliluncurkan.

Tiga layanan publik tersebut, program peningkatan pelayanan pajak restoran melalui sistem online E-PAD 'SIPPADI', Sistem Perizinan Online Terkait Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (SI PATEN) dan Sistem Informasi Layanan Kenaikan Gaji Berkala Guru Online 'SI LANGKAR'.

Peluncuran layanan online ini dilakukan Sekda Tabalong H AM Sangadji yang mewakili Bupati Tabalong, setelah memimpin apel gabungan SKDP di jajaran Pemkab Tabalong.

Dalam sambutan tertulis Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani yang dibacakan sekda, disampaikan apresiasi atas inovasi yang sudah dilakukan untuk bisa meningkatkan layanan publik.

Menurutnya, dengan adanya tiga aplikasi yang baru diluncurkan ini akan dapat memberikan solusi pada permasalahan dalam hal layanan publik yang dianggap proses adminstrasinya yang sulit dan berbelit-belit.

"Aplikasi layanan publik ini tentunya diharapkan bisa dikembangkan lebih lanjut demi kemajuan dan kepentingan instansi lainnya, seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang ada," katanya.

Lebih lanjut disampaikan, pada era otonomi daerah ini, fungsi pelayanan publik menjadi salah satu fokus perhatian dalam peningkatan kinerja instansi pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Tabalong.

Untuk itulah, harus ada komitmen agar kinerja pelayanan publik aparatur pemerintah di mata masyarakat tidak dipandang jauh dari kata memuaskan.

"Dulu pelayanan publik oleh instansi pemerintah selalu diidentikkan dengan birokrasi yang berbelit-belit, lamban dan berbiaya mahal. Gambaran tentang citra buruk pelayanan publik instansi pemerintah tersebut tentu terus kita hindari," tegasnya.

Soalnya apabila tidak dihindari maka akan akan berdampak berkurangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah yang pada akhirnya dapat menimbulkan sikap apatis dan skeptis terhadap program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Untuk itulah diharapkan dengan inovasi ini semuanya dapat lebih meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui implementasi kebijakan yang terarah, mendalam, dan berkesinambungan dalam membangun inovasi pelayanan publik, guna mendorong percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di Kabupaten Tabalong. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer