Kanal

Nekad Berburu Onthel ke Belanda, H Zalfi Punya Tiga Sepeda Keturunan Kesultanan Jawa

-

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan sepeda onthel kuno berjejer di halaman di sebuah rumah di kawasan Jalan Kuin Selatan Nomor 15 RT 4 Banjarmasin. Tiga lainnya berjejer di tempat terpisah untuk dimandikan.

Ketiga sepeda kuno itu tergolong istimewa dan selalu mendapat ekstra perwatan setiap hari. Sepeda klasik itu dilengkapi wadah air minum material besi. Sementara tas kecil dari kulit berstiker tulisan "Bergerak" terselip di bagian belakang

Tiga dari 21 sepeda langka bermerek Gazelle P itu merupakan sepeda kesayangan koleksi H M Zalf HB. Wajar Zalfi sangat mengistimewakan ketiga sepeda itu sebab harga belinya Rp 30 juta per unitnya.

"Saya belinya di Belanda waktu itu harganya Rp 30 juta lalu saya beli 2 dan saya boyong ke Banjarmasin," ucap kakek tiga anak dan delapan cucu itu kepada BPost, kemarin.

Baca: MUI Kalsel: Setiap Vaksin yang Diimunisasikan Harus Mendapatkan Sertifikasi Halal

Sementara satu sepeda onthel merek Gazelle P lainnya, Zalfi mengaku lupa dimana belinya. Namun, urusan harga tidak jauh berbeda dengan harga sepeda yang dia beli di Belanda.

Dia membelinya dari seorang teman seharga Rp 30 juta. Menurut dia, sepeda merek Gazelle merupakan paling kuno di antara semua koleksinya yang lain.

Lalu apa kelebihan sepeda Gazelle P miliknya, Zalfi menerangkan selain sudah tua karena keluaran 1937, semua peralatan sepeda itu masih original.

Nyaris seluruh bagiannya masih asli. Hanya ban dan beberapa yang sudah diganti. Semakin tua dan originalnya sepeda bisa dihargai hingga puluhan juta tergantung peminat yang menginginkan.

Baca: Banyak Ortu di Kalsel Menolak, Imunisasi MR Ratusan Murid SD Pemurus Dalam Berjalan Lancar

Koleksi onthel Zalfi merek Gazalle P memang punya aksesori paling lengkap. Ada lampu antik di bagian depan. Kanan dan kiri roda belakang diapit tas kulit.

Selain itu yang membuat onthel merek Gazalle miliknya istimewa karena merupakan sepeda khas para petinggi kesultanan di kerajaan Jawa.

"Makanya harganya saat ini sangat mahal dan langka," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer