Kanal

Korban Perampokan Sarang Burung Walet di Angsau Belum Lapor Polisi, Ini Alasannya

Pintu depan rumah korban berlubang akibat dijebol kawanan perampok yang ingin mengambil sarang walet hasil panen. - banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Syamsuri (65) korban penyekapan perampokan di lokasi budidaya sarang burung walet di Jalan Hadji Boejasin, belum membuat laporan polisi.

Ia memilih menunggu petunjuk dari pemilik budidaya sarang burung walet. Pemilik budidaya sarang burung walet itu berdomisili di Kota Banjarmasin.

"Saya tidak membuat laporan polisi. Biar bos saya saja yang membuat laporan polisi. Saya ini hanya buruh penjaga sarang burung saja," ujar Syamsuri.

Baca: Perampok di Angsau Tak Mempan Terkena Sabetan Senjata, Memey Pura-pura Pingsan

Megawati alias Memey (45) istri Syamsuri yang menjadi korban penyekapan dan perampokan juga tidak membuat laporan polisi.

"Pemilik sarang burung walet itu berada di Pelaihari, apabila musim panen sarang burung. lima bulan lagi panen sarang burung walet," katanya.

Alasan Memey, tidak membuat pengaduan atas perlakukan kawanan bandit itu karena trauma dengan peristiwa yang menimpa dirinya.

Baca: Pura-pura Pingsan Istri Penjaga Walet Tak Jadi Diperkosa Kawanan Perampok

Sejak bebas dari kebrutalan kawanan perampok yang mengikat dan mencoba memperkosanya. Memey tidak berani keluar rumah dan jera kembali ke lokasi sarang burung walet.

"Saya masih kurang enak badan dan selalu teringat peristiwa yang menimpa keluarga kami. Suami saya juga bolak-balik saja tidak bermalam di sana," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, informasi dihimpun, polisi melakukan penyelidikan atas musibah yang dialami pasangan suami isteri (pasutri) penjaga sarang burung walet tersebut. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer