Kanal

Kota Banjarmasin Belum Ramah Kepada Kaum Difabel

- BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BERJALAN sambil meraba apa yang ada di depan.

Itulah yang dilakukan oleh penyandang tuna netra di Banjarmasin, Slamet.

Dirinya merupakan penyandang tuna netra sejak lahir.

Menjadi penderita cacat (difabel) tidak mudah dirasakannya.

Mengingat masih minimnya fasilitas didapat layaknya orang normal.

Akses untuk dia berjalan di Kota Banjarmasin tak sepenuhnya disediakan oleh pemerintah.

Saat berjalan, sekekali ia pernah tertabrak pohon.

Baca: 134 Lokasi Tes Penerimaan CPNS 2018 Sudah Disiapkan, BKN Tinggal Tunggu Formasinya

Tak jarang bahkan ia sampai terjatuh.

Trotoar yang sering ia jalani kawasan Belitung.

Apalagi, rumahnya berada di Simpang Belitung.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer