Kanal

Diperiksa Jaksa di Kejari Banjar, Dirut PT BIM Tegaskan Sudah Sesuai Prosedur

Kasiepidsus Kejari Banjar, Tri Taruna Fariadi dan Jaksa Fungsional, Syaiful Bahri. - banjarmasinpost.co.id/hasby suhaily

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar tidak main-main dalam mengusut aliran dana penyertaan modal dari APBD Kabupaten Banjar sebesar Rp 5 miliar kepada PT Banjar Intan Mandiri (BIM).

Terkait dengan itu, jaksa pun telah meminta keterangan terhadap Jajaran direksi perusahaan daerah itu Senin (13/8). Pemeriksaan terkait aliran dana penyertaan modal ke PT BIM ini masih akan dilanjutkan pada Selasa (14/8) pukul 09.00 wita sampai selesai.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Banjar, Tri Taruna Fariadi mengatakan, pihaknya pada Senin (13/8) memanggil empat orang direksi PT BIM dan keempatnya telahmemenuhi panggilan. Keempat jajaran PD BIM tersebut yakni Direktur Utama PT BIM sejak 2016 sampai sekarang, AY.  Kemudian ada, MP, DE dan RA.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim bidang pidana khusus yang terdiri dari Syaiful Bahri, Evan, Ni’am Firdaus, Gilang, Sugeng dan Ari.

Baca: Ini yang Dilakukan Istri dan Anak Hotman Paris Ketika Dirinya Habiskan Waktu Bersama Wanita Cantik

Baca: Pemain Martapura FC Ini Kembali Gabung Timnas U-19, Tim Masih Memiliki Stok Pemain

“Pertanyaan kepada direksi terkait seputar penyertaan modal APBD Kabupaten Banjar kepada PT BIM.  Sementara jawaban mereka pada saat pemeriksaan tidak tahu tapi ini khan belum selesai,” katanya.

Syaiful Bahri menambahkan, tahapan ini sudah masuk dalam penyelidikan bidang pidana khusus, bukan pulbaket lagi tetapi setelah pengambilan data maka langsung melakukan pemeriksaan-pemeriksaan.

Direktur Utama PT BIM, AY ketika dikonfirmasi membenarkan dirinya memenuhi undangan dari Kejari Kabupaten Banjar. Pertanyaan jaksa kepadanya, seputar penyertaan modal dari pemerintah kabupaten untuk PT BIM.

Baca: Pengusaha Batu Bara Asal Jakarta Beli Rumah Ahmad Dhani Rp 12 Miliar

“Sudah kami jelaskan seputar penyertaan modal, namun jumlah pertanyaannya saya lupa tadi. Kami bekerja sesuai prosedur dan dapat penyertaan modal digunakan untuk usaha angkutan batu baru,” katanya.

Dia juga menjelaskan, PT BIM juga sudah memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dua kali. PT BIM sejak 2008 sampai beberapa tahun tidak ada usaha, kemudian pada 2013 memulai usaha angkutan dengan sistem sewa.

AY membantah dugaan adanya mobil aset PT BIM yang dipindahtangankan menjadi mobil pribadi para jajaran direksi. Dirinya secara tegas siap mempertanggungjawabkannya. (banjarmasinpost.co.id/hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Sumber: Banjarmasin Post

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer