Kanal

Pertahankan Lumbung Pangan di Kalsel, Pemkab Banjar Jalankan Program ini

bpost - BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Berbagai upaya dilakukan Pemkab Banjar melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar untuk mempertahankan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar, M Fachry mengatakan, banyak upaya yang dilakukan, antara lain mendorong petani menanam dua kali setahun, sehingga walaupun luas lahan berkurang tapi luas tanam bisa naik.

“Kami punya program yang namanya Banjar Sapa, Batanam Banih Jajar Legowo Sakali Mewiwit Dua Kali Panen,” katanya, Minggu (12/8).

Baca: Hari Kemerdekaan Indonesia, Negara Ini Juga Rayakan Kemerdekaan Tanggal 17 Agustus Nanti

Dia juga mengatakan, memotivasi petani menanam dua kali setahun dengan varietas unggul dan varietas lokal, yaitu semai bersamaan pada awal musim hujan kemudian setelah tingga minggu varietas unggul ditanam dan varietas lokal diampak dan lacak.

Tanaman padi unggul bisa ditanam sekitar 80 persen dari luas lahan dan sisanya untuk ampak atau lacak padi lokal.

Baca: Kumpulan Ucapan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2018, Kutipan Soekarno, Soeharto & Jokowi

Setelah padi unggul panen, kemudian ditanam padi lokal pada seluruh areal sawah, ini biasa disebut IP sama dengan atau lebih dari 180 persen.

Upaya lainnya dengan melakukan cetak sawah baru serta melakukan optimalisasi lahan sawah, terutama dilahan rawa lebak dan rawa pasang surut.

Mengusulkan pada perubahan perda RTRW agar lahan sawah yang saat ini masuk kawasan perkebunan dan minapolitan bisa dikembalikan menjadi pemanfaatan untuk pertanian pangan.

Baca: Bocoran Bulan Pernikahan Billy Syahputra dan Hilda Vitria, Young Lex Pun Langsung Periksa Ini

Mengusulkan lahan pangan abadi atau LP2B dari yang ada saat ini 15.800 hektare menjadi mininal 30 ribu hektare.

“Kabupaten Banjar tetap sebagai lumbung pangan di Kalsel, tetap pertahankan kindai limpuar,” tegas Fachry.

Dia menambahkan, karena penduduk akan terus bertambah, baik karena kelahiran dan urbanisasi maka perlu sarana dan prasarana yang tentunya akan merubah fungsi sawah menjadi perumahan dan lainnya.

Fachry menambahkan, tanpa upaya tersebut, serta dukungan semua pihak maka bisa saja Kabupaten Banjar tidak kindai limpuar lagi.

Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer