Kanal

Petani ini Sempat Bertahan tak Menjual Lahannya, Namun Menyerah karena tak Tahan

bpost - BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Luasan lahan pertanian di Kabupaten Banjar yang tampak terlihat ada penyempitan seperti di Kecamatan Sungai Lulut, Sungai Tabuk.

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Banjar, H Ilmi Syahrani.

“Dulu desa kami makmur 20 tahun yang lalu, dengan andalan pertanian. Sekarang banyak merambahnya developer yang masuk dengan membangun proyek Perumnas atau RSS, petani tergiur dengan uang agar menjual lahannya,” katanya, Minggu (12/8).

Baca: Berbagai Tuduhan Usai Via Vallen Pingsan Saat Selfie, Mulai Hamil Muda sampai Cuma Drama

Diceritakannya, para petani yang menjual tanahnya tersebut ada yang beli tanah di lain tempat yang harganya agak murah, untuk keperluan hidup berangkat haji dan lainnya.

Dulu, menurutnya, sebelum adanya masuk developer, wilayah hamparan pertanian di daerahnya mencapai 480 hektare, sekarang hanya sekitar 250 hektare saja lagi.

Itupun hanya di belakang-belakang perumahan.

Baca: Hari Kemerdekaan Indonesia, Negara Ini Juga Rayakan Kemerdekaan Tanggal 17 Agustus Nanti

“Saya juga termasuk ikut menjual lahan pertanian, karena di samping kiri kanan sudah lebih dulu menjualnya. Sempat bertahan lima tahun dibanding kiri kanan,” ungkapnya.

Salah satu alasan menjual karena sampah-sampah berhamburan di lahan pertaniannya, seperti bola lampu yang rusak, sampah plastik-plastik dan lainnya, akhirnya tidak tahan dengan kondisi demikian hingga akhirnya menjualnya.

Lahan pertanian miliknya yang sudah dijual kini menjadi perumahan di Sungai Lulut Km 8 RT 12 Kecamatan Sungai Tabuk.

Baca: Ahok Kirimkan Surat Setelah KH Maruf Amin Jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019, Terungkap Isinya

Luasan lahan 2,5 hektare dan kini tersisa sekitar 20 borongan.

“Menjualnya sudah 13 tahun yang lalu. Harga per borongannya kala itu Rp 8 jutaan, Alhamdulillah kami bisa berangkat haji enam orang sekeluargaan,” bebernya.

Kini H Ilmi Syahrani menikmati sisa-sisa umur saja lagi, dan bersyukur anak-anaknya sudah menjadi orang sukses.

Bahkan menjabat kepala ruangan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer