Kanal

Jalan Berliku RSUD Suriansyah

Foto Maket RSUD Sultan Suriansyah di RK Ilir Kota Banjarmasin. - banjarmasinpost.co.id/edi nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID -- RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah dibangun sejak era Wali Kota Banjarmasin, H Muhidin. Pembangunan dimulai pada 2015 lalu dengan anggaran awal Rp 34 miliar.

Namun, setelah tiga tahun berjalan, RSUD Sultan Suriansyah tak kunjung selesai. Rumah Sakit yang ada di Jalan RK Ilir tersebut, pembangunannya malah mangkrak setelah 2015 dan 2016 sempat membangun dua bangunan. Pada 2016 sendiri, anggaran yang digunakan mencapai Rp 32 miliar.

Awalnya, pembangunan rumah sakit ini menjadi muncul karena Pemko Banjarmasin belum memiliki RSUD. Semua rumah sakit pemerintah yang ada di Banjarmasin, statusnya milik Pemprov Kalsel.

Bukan hanya itu, adanya fakta rumah sakit yang kurang mampu menampung pasien Banjarmasin, terkait jumlah ruangan, diharapkan RSUD Sultan Suriansyah bisa menjadi solusinya.

Namun, dengan APBD Kota Banjarmasin yang hanya sekitar Rp 1,5 triliun, sangat sulit untuk membangunnya secara langsung. Pembangunan pun dilaksanakan bertahap hingga 2019 mendatang. Harapan dapat dana sharing dari provinsi dan pusat pun muncul. Sayangnya, kementerian kesehatan hanya membantu peralatan rumah sakit, bukan pembangunan fisik bangunannya.
Begitu juga Pemprov Kalsel, juga masih abu-abu terkait membantu dana pembangunan rumah sakit yang berada di samping sungai tersebut.

Kini, pembangunan rumah sakit itu mulai digeber lagi. Pada 2018 ini, dianggarkan Rp 29,89 miliar, kemudian pada 2019 direncanakan Rp 50 miliar dan 2020 sebesar Rp 70 miliar. Bahkan, pembebesan lahan pun mulai dilakukan lagi.

Pelaksanaan Pembangunan RSUD Sultan Suriansyah pun dikembalikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin pada tahun 2019 mendatang. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengatakan pengembalikan itu mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Pada 2018 ini, pembangunan RSUD Sultan Suriansyah kembali dilanjutkan dengan anggaran Rp29,89 miliar dan waktu pengerjaan selama 165 hari sejak akhir Juli lalu. Ibnu Sina memastikan setelah pengembalian pelaksana pembangunan ke Dinas PUPR tidak akan memperlambat pelaksaan pembangunan.

Terlepas dari berbagai masalah yang melingkupi, pembangunan RSUD Sultan Suriansyah memang selayaknya terus berlanjut. Adanya tambahan rumah sakit pemerintah diharapkan bisa menambah layanan kesehatan pada masyarakat kian bagus.

Selain itu, masyarakat marginal yang kerap terpinggirkan dalam pelayanan rumah sakit, bisa tertampung di RSUD Sultan Suriansyah seperti mimpi Wali Kota, H Muhidin sebelum pembangunannya digeber.

Dengan begitu, diharapkan tak ada lagi kabar bahwa pasien tak kebagian kamar, atau tak bisa dilayani rumah sakit. Apalagi ketika ada wabah seperti demam berdarah atau lainnya. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer