Kanal

Bijak Mengelola Kepercayaan dan Kecemburuan

pasangan cinta - DragonImages

Oleh: Nur Ihsanty, Pemerhati Masalah Sosial dari Banjarbaru

I’M sorry if i say i need you. But i don’t care. I’m not scared of love. Lirik lagu diatas merupakan kutipan lagu dengan judul “strong” dari “one direction”, sebuah group pop vokal pria yang berasal dari Inggris-Irlandia yang terbentuk di London tahun 2010. Lirik lagu selanjutnya adalah ‘Cause when i’m not with you i’m weaker’. Lagu diatas menyiratkan tentang permintaan maaf ketika seseorang mengatakan ingin selalu bersama seseorang, namun tidak peduli, termasuk cintanya. Padahal di lubuk hati terdalam selalu rindu, hanya karena ketiadaan orang tersebut disampingnya maka haruslah kuat.

Cinta seringkali terselubung oleh ego masing-masing. Demikian pula dengan sebuah pernikahan yang sedikit banyak diawali dengan komitmen untuk bersama, dan didasari pada sebuah niat. Seyogyanya, sebuah pernikahan diniatkan untuk ibadah. Tetapi itu bukanlah hal yang mudah. Sebuah ibadah yang memerlukan landasan kepercayaan dan komitmen serta perubahan perilaku. Perubahan perilaku tidak hanya pada salah satu pihak, namun keduabelah pihaklah yang hendaknya berubah. Tentunya perilaku tersebut berlandaskan kebaikan. Jika mampu melakukannya, maka bahtera rumah tangga akan tetap berlayar meskipun ombak dan angin kencang berhembus.

Berdampak Positif atau Negatif
Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang - orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993). Demikian pula dengan sebuah pernikahan, ketika seseorang menikah maka pasangan tersebut sudah memberikan kepercayaan akan pernikahan mereka. Termasuk ketika pasangan tersebut dipisahkan oleh jarak dan waktu atau long distance rate (LDR) hubungan jarak jauh.

Sedangkan kecemburuan menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah keirihatian, kesirikan, kecurigaan, kekurangpercayaan. Permasalahan kepercayaan biasanya akan timbul manakala kecemburuan hadir ke salah satu pasangan atau keduanya. Biasanya kecemburuan ini muncul dipengaruhi banyak faktor diantaranya pengalaman masa lalu dan respons perilaku dari pasangan.

Kecemburuan terhadap pasangan bisa berdampak positif dan negatif. Apabila kecemburuan dari pasangannya direspons dengan bijak. Yakni tanpa kemarahan dan komunikasi yang terbuka, maka kecemburuan pun berdampak positif. Namun, kecemburuan akan berdampak negatif apabila salah satu pasangan merespons dengan agresif yakni menghindar atau bahkan marah kepada pasangannya. Maka respons kecemburuan ini tidak lagi positif. Dan tidak menutup kemungkinan mengarah kepada kekerasan fisik.

Berdasarkan catatan Badan Statistik Nasional Inggris hampir 107 ribu pasangan heteroseksual bercerai pada 2017. Jumlah itu merupakan peningkatan sebanyak 5,8 persen dibanding angka 2015 dan angka tertinggi sejak 2009 (bbc.com).

Sementara prediksi peningkatan angka perceraian di Indonesia akan terus berlanjut selama sepuluh tahun kedepan (tribunnews.com, 2017/02/16). Hasil penelitian dari pusat penelitian dan pengembangan(pulitbang) kehidupan keagamaan kementerian Agama (kemenag) di tahun 2015 mengejutkan banyak pihak. Dimana angka perceraian di Indonesia selama tahun 2010-2014 naik 100 ribu kasus dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Di Kabupaten Banjar angka perceraian cukup tinggi. Penyebab tertinggi adalah perselisihan dan pertengkaran dalam rumah tangga.

Jumlah kasus perceraian di tahun 2017 sebanyak 864 kasus , rata rata sekitar 2-3 perceraian dalam sehari. Sedangkan di kota Banjarbaru , menurut data di Pengadilan Agama Banjarbaru ada sebanyak 444 kasus perceraian di tahun 2017. Penyebab terbanyak adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus (banjarmasin.tribunnews.com, 2018/02/06).

Alasan perceraian di Kota Banjarmasin disebutkan terbanyak adalah perselisihan terus-menerus
(banjarmasin.tribunnews.com, 2018/06/06). Dan yang patut dicermati adalah data kasus perceraian awal Juni 2018 di Kota Banjarmasin. Telah terjadi peningkatan yang signifikan dibanding tahun 2017. Peningkatan terjadi sekitar 7-8 persen padahal masih terhitung di bulan Juni 2018.

Menurut Kepala Pengadilan Agama Kelas IA Banjarmasin, Dr H Murtadlo SH MH, alasan terbanyak yang diajukan dalam perceraian adalah perselisihan terus-menerus. Di antaranya adalah pertengkaran, ketidakharmonisan dalam rumah tangga, perselisihan pihak keluarga, dan perselingkuhan.

Bijak Menyikapi
Salah satu penyebab percekcokan dan perselisihan adalah kecemburuan. Kecemburuan didasari atas kurangnya rasa percaya terhadap pasangan. Bisa beralasan dan bisa tanpa alasan yang jelas. Apabila kecemburuan tersebut berasalan, sampaikanlah kejujuran sesuai kenyataan meski pahit adanya. Namun, jika kecemburuan tersebut tidak benar, sampaikan dengan bijak melalui sikap dan komunikasi yang terbuka. Satu hal yang perlu diingat yakni tahan emosi. Kemarahan akan memicu percekcokan yang berkepanjangan. Beruntunglah seseorang yang dicemburui oleh pasangannya.
Cemburu menunjukkan perhatian dan kepedulian serta kasih sayang. Alangkah baiknya seseorang yang cemburu dan dicemburui mampu menyikapi perasaan tersebut secara bijak. Jauhi kata-kata yang kasar,ancaman atau serangan fisik. Kecemburuan akan mampu diminimalisir manakala seseorang mampu menunjukkan kepercayaannya melalui kata-kata dan sikap yang terbuka. Pilihlah teman yang membawa ketenangan bagi pandangan, pikiran dan sikap serta keluarga di rumah. Bukan malah sebaliknya. Allah SWT tidak tidur, Dia Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Tak sedetikpun tanpa sepengetahuannya, meski di lubuk hati yang terdalam.

Menjaga komitmen mungkin tidak semudah membalik telapak tangan, namun setidaknya niat yang tulus untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik itulah yang dikuatkan. Mengutip dari seorang penyanyi legendaris ditahun 70 dan 80 an yaitu Bob Marley bahwa Jauhi pikiran yang rumit. Lepaslah dari kebencian, kejahatan dan kecemburuan. Jangan mengubur pikiran, jadikan visi menjadi kenyataan. Wake up and live! Bangun dan hiduplah! (*)

Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Wanita di Medan Dicegat 4 Teman Sosialitanya saat Naik Taksi, Babak Belur Dihajar Pakai High Heels

Berita Populer