Kanal

Graving Dock Banjar II Ditarget Beromzet Hingga Rp 1 Miliar dari Jasa Ini

Lokasi proyek Pekerjaan Sipil Pembangungan Graving Dok Banjar II dan Airbag System di Area Shipyard Banjarmasin. - Achmad Maudhody

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diperkirakan akan selesai pada Tahun 2019 mendatang, Graving Dock Banjar II ditargetkan bisa raup omzet Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar perbulan dari jasa perawatan kapal.

Dengan kapasitas produksi 60.000 deadweight tonnage (DWT) dari sebelumnya yang hanya sekitar 45.000 DWT, Manajemen PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari optimis bisa penuhi target tersebut.

Dijelaskan Komisaris Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Laksamana Madya Purnawirawan TNI AL, Desi Albert Mamahit, peluang cukup besar mengingat cukup banyaknya stakeholder yang beraktivitas di sekitar Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca: Live TVRI, Metro TV & TVOne - Berikut Susunan Acara Opening Ceremony Asian Games 2018

Apalagi dengan mulai meningkatnya aktivitas angkutan batu bara via jalur perairan juga menjadi peluang bagi satu-satunya Graving Dock milik BUMN di Kalimantan ini.

"Sekarang ini sudah kita lihat sendiri kapal-kapal tug and barge sudah meningkat aktivitasnya seiring batu bara yang bergerak lagi. Kawan-kawan di Kalsel juga mulai bangun lagi kapal-kapal baru tug and barge," kata Desi.

Baca: Bungkam Laos, Begini Skenario Timnas U-23 Indonesia Agar Lolos ke Babak 16 Besar

Dengan spesifikasi panjang 130 meter, lebar 35 meter dan kedalaman 5,1 meter, Graving Dock Banjar II menjadi satu diantara graving dock terbesar dan dengan fasilitas terbaik di kawasan Indonesia Timur.

Nantinya, Garving Dock Banjar II akan bisa melayani pemeliharaan dan perawatan kapal-kapal tugboat berukuran lebih besar, kapal tongkang berukuran hingga 400 feet dan kapal penumpang hingga yang berkapasitas 1000 bahkan 2000 penumpang.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer