Kanal

Kejari Martapura Kembali Panggil Terpidana Korupsi KPU Banjar, Besok Dieksekusi?

Ahmad Faisal didampingi kuasa hukumnya Ali Martado mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Rabu (15/8). - hasby

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kejaksaan Negeri Martapura kembali memanggil terpidana kasus korupsi KPU Banjar, Ahmad Faisal, Senin (20/8). Terkait adanya salinan putus yang diterima Kejari Martapura untuk melakukan eksekusi terpidana yang sebelumnya merupakan tahanan kota.

Kasipidsus Kejari Martapura, Tri Taruna Fariadi mengatakan pihaknya hanyalah eksekutor atau menjalankan tugas terkait melakukan penahanan terhadap terpidana. Melaksanan salinan putusan dari MA RI atas kasasi.

“Memang rencananya dalam minggu kemarin melaksanakan eksekusi, namun sementara ditunda. Oleh sebab itulah rencana besok kami undang kembali yang bersangkutan datang ke Kejari,” katanya, Minggu (19/8).

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Bulutangkis Asian Games 2018 Hari Ini : Tim Putri Indonesia Main

Jaksa Fungsional, Evan Adi Wicaksana menambahkan, pihaknya berpedoman pada pasal 270 KUHAP, terkait pelaksanaan putusan pengadilan. Yakni, pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh jaksa yang untuk itu panitera mengirimkan salinan surat putusan kepadanya.

Baca: Link Live Streaming Indosiar - Vidio.com Badminton Asian Games 2018 Mulai Jam 13.30 WIB Hari Ini

Sebelumnya, Jaksa Fungsional Evan Adi Wicaksana membenarkan sudah menerima petikan dari Mahkamah Agung. Dalam petikan tertulis Majelis Hakim diketuai oleh Prof Surya Jaya dan anggota M Askin, Leopold Hutagalung. Ketiganya merupakan hakim agung adhoc tipikor MA RI.

Disebutkannya, untuk materi putusan adalah, menolak permohonan kasasi pemohon yakni terdakwa satu Ahmad Faisal dan Husaini. Mengabulkan kasasi pemohon dua yakni penuntut umum Kejari Banjar.

Disebutkannya, isi salinan putusan juga menyebutkan Ahmad Faisal dan Husaini, meyakinkan bersalah dalam melakukan tipikor bersama-sama. Kemudian menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Ahmad Faisal selama lima tahun dan Husaini selama empat tahun, denda masing-masing terdakwa Rp 500 juta, atau kurungan penjara selama enam bulan.

Baca: Hotman Paris Suruh Johny Si Pahlawan Bendera Cari Sendiri Uang Rp 50 Juta di Mobil Lamborghininya

Terpidana Ahmad Faisal saat ini menjalani tahanan kota, sedangkan untuk Husaini sudah berada dalam tahanan.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Sugeng dan rekan dari Kejari Martapura, akibat dugaan korupsi ketiganya ini, kerugian negara mencapai Rp 10,61 miliar.

Ada garis besar dakwaan yang dibacakan secara bergantian ini adalah sisa uang hibah untuk pemilihan Gubernur atau wakil Gubernur dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2015. Bukannya dikembalikan ke kas daerah, justru digunakan untuk pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan.

Salah satunya yang dilakukan diluar peruntukan tersebut yakni digunakan untuk melakukan perjalanan wisata ke Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan beberapa puluh orang.

Kuasa Hukum terpidana, Ali Martado mengatakan, pihaknya hingga Minggu (19/8) siang belum menerima konfirmasi untuk kehadiran besok di Kantor Kejari Banjar.

“Benar saja pasal 270 KUHAP adalah perintah untuk melaksanakan perintah putusan pengadilan, tapi bunyinya setelah mendapat salinan putusan, sampai sekarang salinan putusan belum ada,” jelasnya.

Ditambahkan Ali, kliennya juga belum menerima pemberitahuan atau undangan diminta kehadiran pada Senin (20/8) besok. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer