Kanal

Kerap Ganggu Pengunjung, Incenerator RSUD Pembalah Batung Siap Ditinggikan

Incinerator di RSUD Pembalah Batung - banjarmasin post group/ reni kurnia wati

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Asap dari hasil pembakaran di incenerator Rumah Sakit Pembalah Batung seringkali mengganggu pengunjung Taman Pahlawan atau bahkan warga yang ingin berolahraga di lapangan sepak bola.

Hal ini disebabkan letak incenerator yang tepat berada di samping lapangan, padahal jogging track atau lintasan lari tersebut sering digunakan warga untuk berolahraga baik pagi atau sore hari. Jika bertepatan dengan saat pembakaran maka akan sangat mengganggu.

Asap hitam yang dihasilkan akan terbawa angin, bukan hanya membumbung keatas tapi bisa juga terbawa angin kebawah dan terhirup oleh orang yang berada di sekitarnya.

Baca: Relawan Banjar Ikut Cari Polisi Polres Banjar yang Tenggelam di Waduk Riam Kanan

Baca: Jadwal & Link Live Streaming SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Hongkong di Asian Games 2018

Namun tak perlu khawatir saat ini pihak RSUD Pembalah Batun juga tengah siap untuk meninggikan incenerator.

Limbah dari rumah sakit ataupun Puskesmas berupa sampah padat, cair dan gas. Dimana untuk pemusnahannya melalui beberapa proses. untuk limbah padat kembali dibedakan menjadi dua yaitu limbah medis dan non medis. Limbah medis sendiri terdiri dari infeksius dan non infeksius.

Sedangkan untuk limbah non medis sebagian bekerjasama dengan Dinas kebersihan. Seperti sampah sisa makanan, sedangkan limbah medis dimusnahkan menggunakan incenerator.

Baca: Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad Soal Vaksin MR, Orangtua di Barabai Tunggu Fatwa MUI

Untuk sampah dari apotek rumah sakit berupa bungkus bekas bungkus obat obatan berupa kertas dan plastik biasanya langsung dibakar. Pembakaran limbah medis menggunakan incenerator yang dimiliki rumah sakit, dengan kapasitas hingga satu kubik. Sehingga limbah medis dapat langsung dimusnahkan dalam satu hari karena limbah medis yang dihasilkan tak sebanyak itu.

Baca: Ada 2 Pemain Timnas Indonesia Ikut Seleksi Barito Putera U-16

Limbah medis selalu dibakar setiap hari, tidak pernah tertahan hingga beberapa hari, karenanya incenerator beroperasi setiap hari. Dalam sekali pembakaran membutuhkan waktu pembakaran satu hingga tiga jam dengan pembakaran sekitar 1000 derajat.

Proses yang sama juga dilakukan oleh Puskesmas, meskipun belum seluruhnya memiliki incenerator namun masih bisa ditangani oleh puskesmas yang memiliki incenerator.

Baca: 3 Nama Ketua Tim Pemenangan di Pilpres 2019 Sudah di Tangan Jokowi, PPP : Saya Sebut Senior Netizen

Untuk sampah kertas berupa bungkus bekas obat masih tidak masalah jika dibuang melalui dinas kebersihan, seperti yang dilakukan oleh apotek yang memang tidak dilengkapi oleh incenerator.

Direktur RSUD Pembalah Batung dr Badrus mengatakan mengatakan saat ini pondasi incenerator sudah siap Incenerator saat ini sudab siap untuk dibangun.

"Tahun ini sudah bisa dipastikan sudah akan lebih tinggi, untuk mengurangi dampak dari asap juga akan diatur waktu pembakarannya," ujarnya. Tinggi incenerator akan ditinggikan menjadi 15 meter.

(banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer