Kanal

Setahun Runtuhnya Jembatan Mandastana, Empat Desa Terisolasi, Roda Perekonomian Tersendat

- BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Runtuhnya Jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola pada 17 Agustus 2017 sekarang sudah genap setahun.

Sayangnya, belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan yang vital untuk aktivitas masyarakat setempat.

Anang, salah satu warga RT 01, Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, menyatakan, warga saat ini punya harapan yang sangat besar sekali untuk Pemkab Batola agar Jembatan Mandastana sesegera mungkin dibangun.

Baca: Badai Pasir Hantam Arab Saudi, Kain Kiswah Penutup Kabah Pun Tersingkap Jelang Wukuf Arafah

“Ada beberapa desa saat ini menjadi setengah terisolasi dalam menjalankan roda perekonomian karena Jembatan Mandasta runtuh sejak satu tahun terakhir dan belum juga diperbaiki,” kata Anang Minggu (19/8).

Ditambahkannya, agar anak-anak sekolah bisa lancar dalam aktivitas, diharapkan Jembatan Mandastana segera dibangun.

Runtuhnya Jembatan Mandastana ini genap setahun sejak runtuh pada 17 Agustus silam.

“Saat ini empat desa yang terisolasi akibatnya tak diperbaiknya Jembatan Mandastana tersebut, yakni Desa Tanipah, Desa Sungai Ramania, Desa Tatah Alayung, dan Desa Antasan Segera,” tegas Anang.

Baca: Raffi Ahmad Akui Ayu Ting Ting Pacarnya, Irfan Hakim Langsung Bereaksi Seperti Ini

Ditambahkannya, saat ini aktivitas pasar di sekitar Jembatan Mandastana juga tersendat karena mobil angkutan barang tak bisa masuk ke pasar.

Bagaimana mobil box barang mau masuk ke pasar kalau Jembatan Mandastananya runtuh dan tidak juga diperbaiki.

“Kami yang berada di seberang Jembatan Mandastana jika membeli barang menjadi lebih tinggi karena jembatannya runtuh. Ongkos menyeberangkan barang harus pakai kendaraan tosa melewati jembatan kayu yang sangat sempit,” katanya.

Baca: Bacaan (Lafadz) Niat Puasa Arafah Selasa 9 Dzulhijjah 1439 H, 21 Agustus 2018 Jelang Idul Adha 2018

Lebih lanjut, Anang menyatakan, penjualan hasil pertanian dari empat desa juga menjadi rendah karena ada beban ongkos angkut.

Banyak sekali dampak negatif yang dialami warga di empat dewasa karena Jembatan Mandastana tak juga diperbaiki oleh Pemkab Batola.

“Tanpa diberikan aspirasi pun saya kira para anggota DPRD Kabupaten Batola sudah tahu masalah ini dan seharusnya membantu memperjuangkan perbaikan Jembatan Mandastana. Di Kecamatan Mandastana ada dua anggota DPRD Batola perwakilan kecamatan setempat juga,” harap Anang.

Anang berharap Pemkab Batola atau pihak manapun yang bertanggungjawab agar segera memperbaiki Jembatan Mandastana yang runtuh dalam satu tahun terakhir.

Saat ini hampir semua mobil angkutan tak bisa masuk ke empat desa, kecuali mengambil jalur melingkar dan itu jarak tempuhnya sangat jauh.

Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer