Kanal

Warga Batalkan Haul Satu Tahun Runtuhnya Jembatan Mandastana, Tapi Malah Minta Ini

Jembatan Mandastana Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola yang sudah setahun ambruk. - edi nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Warga RT 01, Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, berencana akan menggelar haul satu tahun runtuhnya Jembatan Mandastana. Namun rencana dibatalkan karena masukan dari sejumlah pihak agar haul satu runtuhnya Jembatan Mandastana dibatalkan.

“Iya rencana haul satu tahun runtuhnya Jembatan Mandastana kami batalkan karena ada masukam dari sejumlah pihak. Kami hanya minta Jembatan Mandastana segera diperbaiki,” kata Anang, salah satu warga RT 01, Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, Jumat (24/8/18).

Menurut Anang, kasus runtuhnya jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola pada 17 Agustus 2017 lalu ini sampai hari ini genap setahun sudah, tepatnya 17 Agustus 2018. Sayangnya, belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan yang vital untuk aktivitas masyarakat setempat.

Baca: Akhirnya Presidium Gatot Nurmantyo Dukung Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Menurut Anang, warga Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, saat ini punya harapan yang sangat besar sekali untuk pemkab setempat agar Jembatan Mandastana sesegera mungkin dibangun.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Perorangan Bulutangkis Hari Ini Jumat 24 Agustus, Ginting Main

“Ada beberapa desa saat ini menjadi setengah terisolasi dalam menjalankan roda perekonomian karena Jembatan Mandasta runtuh sejak satu tahun terakhir dan belum juga diperbaiki,” kata Anang.

Ditambahkannya, agar anak-anak sekolah bisa lancar dalam aktivitas, diharapkan Jembatan Mandastana segera dibangun. Runtuhnya Jembatan Mandastana ini genap setahun sejak runtuh pada 17 Agustus silam.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Timnas U-23 Indonesia vs UAE 16 Besar Asian Games 2018 Hari Ini

“Saat ini empat desa yang terisolasi akibatnya tak diperbaiknya Jembatan Mandastana tersebut, yakni Desa Tanipah, Desa Sungai Ramania, Desa Tatah Alayung, dan Desa Antasan Segera,” tegas Anang.

Ditambahkannya, saat ini aktivitas pasar di sekitar Jembatan Mandastana juga tersendat karena mobil angkutan barang tak bisa masuk ke pasar. Bagaimana mobil box barang mau masuk ke pasar kalau Jembatan Mandasananya runtuh dan tidak juga diperbaiki.

“Kami yang berada di seberang Jembatan Mandastana jika membeli barang menjadi lebih tinggi karena jembatannya runtuh. Ongkos menyeberangkan barang harus pakai kendaraan tosa melewati jembatan kayu yang sangat sempit,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Inilah Sosok Ibu Angkat yang Tega Siksa dan Sekap 3 Anaknya Bersama Ular dan Anjing di Makassar

Berita Populer