Kanal

Warga Desa Murung Kupang Serahkan Bekantan yang Terjerat Jaring

Bekantan - istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sahrani Warga Desa Murung Kupang Kecamatan Babirik Kabupaten HSU dikejutkan saat melihat adanya seekor bekantan yang sedang terjerat jaring hingga terjebak.

Akhirnya dirinya memanggil empat orang warga lain termasuk Jumri Ketua Rt 002 Desa Murung Kupang untuk membantu menangkap. Hingga membuat salahsatu dari merek terluka karena tergigit meski tidak parah.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Christopher/Sutjiadi Menang di Tenis, 10 Emas

Baca: Banyak Ditemukan Botol Miras di Lapangan Pahlawan Amuntai

Saat berhasil menangkap warga langsung membawa ke Mapolsek Babirik untuk diamankan, Sabtu (24/08/2018).

Pihak Polsek akhirnya menghubungi BKSDA Kalsel yang langsung datang pada malam hari dan langsung menyerahkan bekantan yang berukuran sedang tersebut. Diperkirakan bekantan masih usia muda karena ukurannya yang belum begitu besar.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolsek Babirik Ipda H Momo Jon Rodok. Warga mengetahui bahwa binatang tersebut dilindungi dan pihak Mapolsek berterima kasih karena kerjasama dari warga.

Baca: Saksikan Live Streaming Indosiar Bulutangkis Asian Games 2018 : Marcus/Kevin Main Terakhir

Terpisah Camat Babirik Hamdani mengatakan bekantan ditemukan di jaring yang digunakan oleh warga untuk melindungi lahan pertanian dari ayam yang dapat memakan padi mengingat padi sudah mulai menguning.

Lokasinya tak jauh dari rumah warga dan pusat Kecamatan Babirik, lahan pertanian memang berbatasan dengan hutan yang saat musim kemarau saat ini tidak digenangi air bahkan menjadi lahan kering.

"Hutan di Babirik berbatasan langsung dengan hutan di Negara Kabupaten HSS, hutan memang cukup luas," ungkapnya.

Baca: Hotman Paris Manjakan Siti Badriah, Deretan Barang Mahal dan Mewah ini Bakal Diberikannya

Diperkirakan bekantan tersesat saat mencari makanan, Hamdani menambahkan warga Babirik tidak melakukan perluasan lahan pertanian dan membukan lahan di daerah hutan tersebut.

Pihaknya juga menginbau kepada warga untuk tidak menyakiti bekantan jika kembali menemukan serta berhati hati jika menangkap karena hewan langka tersebut bisa menggigit.

"Jika melihatnya di sekitar pemukiman bisa ditangkap dan diaerahkan kepada pihak berwajib, namun jika melihat di hutan tidak perlu ditangkap," ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/ reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer