Kanal

Pejabat Ini Sebut Kotabaru Berpotensi Karhutla, Begini Alasannya

Kepala Stasiun Klimatologi Bandara Gusti Syamsir Alam, Stagen, Kotabaru Cucu Kusmayancu. - helriansyah

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Meski sesekali diguyur hujan intensitas ringan, kekeringan dampak dari musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Kotabaru terus berlangsung.

Bahkan selain krisis air bersih mulai menggelayuti masyarakat kabupaten berjuluk Bumi Saijaan, ini juga mulai menunjukan tanda-tanda terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasar pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga hari kemarin satu titik panas (hotspot) ditemukan di wilayah kecamatan Pulaulaut Kepulauan.

Baca: Hotman Paris Bongkar Malam Pertama Dewi Perssik dengan Saipul Jamil, Depe : Malam Pertama Nangis

Hal itu dikemukakan Kepala Stasiun Klimatologi Bandara Gusti Syamsir Alam, Stagen, Kotabaru, Cucu Kusmayancu kepada banjarmasinpost.co.id.

"Sampai dengan kemarin masih satu (titik) itu. Berapa hari lalu ada di wilayah lain," jelas Cucu melalui telepon genggamnya.

Baca: Wah Gawat! MotoGP Inggris 2018 di Sirkuit Silverstone Terancam Batal, Penyebabnya?

Menurut Cucu, tahun ini hotspot di wilayah Kabupaten Kotabaru jauh lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya serta dibanding daerah lain di Kalsel.

Walah demikian, tambah dia, di Kotabaru hanya ada satu hotspot. Terlebih adanya kesigapan para petugas di lapangan mensosialisasikaan ke masyarakat tentang bahaya kebakaran sehingga hotspot di wilayah Kotabaru dapat diminimalisir.

Baca: Dua Hari Hujan Guyur Palangkaraya Kabut Asap Lenyap, Waspada September!

Namun masih sangat berpotensi karhutla, karena lahan sudah cukup kering dampak musim kemarau ini.

"Untuk itu tetap waspada disetiap saat dan tempat," imbaunya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer