Kanal

Bisa-bisanya Kendalikan Narkoba dari Lapas, 9 Napi High Risk Banua Dikirim ke Rutan Jatim

Ilustrasi sengsara di penjara. - internet

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keseriusan jajaran Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan untuk mencegah pengendalian narkoba dari balik Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) benar-benar dilakukan hingga saat ini.

Selain mengintruksikan kepada jajaran Kepala Lapas dan Kepala Rutan agar terus melakukan razia barang-barang terlarang di Lapas dan Rutan, para narapidana narkoba beresiko tinggi (high risk) yang diduga bisa mengendalikan peredaran narkoba dari balik teralis akan dipindahkan ke Lapas dan Rutan di Jawa Timur.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Ini Daftar 20 Atlet Penyumbang Emas Indonesia

Pemindahkan ini diharapkan akan memutus rantai peredaran narkoba

Hal ini diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Ferdinand Siagian usai melantik 20 Pejabat Administrasi termasuk 6 orang menjadi Kepala unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kalsel (Kalapas dan Karutan), Senin (27/8/2018)

Baca: Perolehan Medali Asian Games 2018, Indonesia Sikat 10 Emas Sehari, Total 22 Emas & Masuk 4 Besar

"Sembilan narapidana high risk akan secepatnya kita pindahkan ke Jawa Timur dalam hal ini Madiun dan Malang," ucap Ferdinand didampingi Kepala Divisi Permasyarakatan Asep Syarifudin.

Apa kategori high risk? Apakah vonis misal diatas 10 tahun atau lainnya? Asep Syarifudin menambahkan bukan masalah hukuman. Tetapi adanya pemberitahuan BNN ke pihaknya bahwa inilah orang yang memiliki high risk yang mana dikhawatirkan adanya pengendalian narkoba.

" Mereka masih berpotensi pengendali dan nama-nama ini harus segera dipindahkan," papar Asep yang enggan menyebutkan nama-nama narapidana yang akan dipindahkan.(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer