Kanal

Sebelum Tinggalkan Barikin, Seniman ini Mengajari Masyarakat Nge-Blog

Para seniman di Desa Barikin, saat penutupan program kegiatan Seniman Mengajar. - istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Desa Barikin, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi salah satu desa di Kalsel, yang menjadi sasaran program Seniman Mengajar.

Selama satu bulan sejak 21 Juli 2018, empat orang seniman yang menjadi Duta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tinggal di desa tersebut dengan tujuan saling sharing seni budaya dengan warga setempat.

Mereka adalah, Rusdy dari Pontianak Kalbar, Rahmad Ridho Oscar dari Padang Subar, Hoirul Hafifi dari Bangkalan dan Vregina Diaz Magdalena dari Jogjakarta. Selama di Barikin, para seniman mengajar dan berbagi ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah maupun hasil karya seni yang diciptakan sendiri. Juga berintsrasksi dan berbagi pengalaman dengan seniman Barikin.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Silat Beri Emas Ke-14 Indonesia, Posisi Masih 5

Pada Senin (27/8/2018), program Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut berakhir. Sebelumnya, kegiatan telah ditutup Jumat 24 Agustus 2018 lalu. Sebelum pulang, para seniman itupun mengajari warga setempat membuat blog. Lunching blog “Barikin Punya Cerita” hasil karya para seniman berisi konten seni dan budaya Barikin tersebut dilakukan saat kegiatan penutupan program tersebut.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Senin (27/8), Indonesia 17 Emas, Silat Berjaya

Kadisdik HST H Riduan menjelaskan, ditunjuknya Desa Barikin sebagai lokasi seniman mengajar 2018, bertujuan lebih meningkatkan dan mengenalkan seni dan budaya Banjar. Khususnya seni dan budaya di Desa Barikin agar lebih dikenal secara nasional maupun mancanegara.

Disebutkan, Desa Barikin HST, satu satunya yang ditunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi tuan rumah Program Seniman Mengajar 2018, sebagai wakil Kalimantan Selatan dari seluruh Provinsi se Indonesia. “Program ini bertujuan mengangkat dan memperkenalkan kesenian suatu daerah yang masih bersifat lokal, untuk dikenalkan secara nasional bahkan Internasional",katanya.

Baca: Hasil Semifinal Bulutangkis Asian Games 2018 - Fajar/Rian ke Final, Taklukkan Pasangan China

Barikin merupakan salah satu kampung seniman, berbagai seni budaya masih lestari di desa tersebut. Seperti seni mamanda, tari topeng, musik panting, wayang gong dan kesenian lainnya. Di desa tersebut juga terdapat Sanggar Seni Ading Bastari, yang didirikan Almarhum Sarbaini, yang juga kolektor alat musik tradisional Banjar dan Dayak. Di kampung itu, masyarakatnya membuat produk-produk karya seni yang dijula langsung di pinggir-pingir jalan raya.

Di akhir penutupan, dilaksakan nonton film hasil garapan para seniman mengajar berjudul Sepanting Cinta dari Barikin. Pembuatan film tersebut melibatkan seniman asal Barikin sebagai pemainnya. Ada pula Film Petuah Kuitan, mengangkat mitos bagandang nyiru yang menceritakan anak-anak hilang karena disembunyikan makhluk Ghaib. Bagandang nyiru merupakan tradisi yang dillakukan oleh masyarakat saat mencari orang hilang. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer