Kanal

Total Sebanyak 184 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci Jelang Kepulangan ke Tanah Air

Sejumlah jemaah saat sampai di hotel Makkah beberapa waktu lalu. Kepulangan perdana dijadwalkan Senin (27/08/2018) besok. - kemenag.go.id/mch

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKKAH - Jemaah haji Indonesia di Arab Saudi kini memasuki tahapan pemulangan ke tanah air.

Dilansir dari www.kemenag.go.di, memasuki fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air setelah tahapan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) usai, jumlah jemaah haji yang wafat  mencapai 184 jemaah.

Jemaah yang wafat tersebut terdiri dari 175 jemaah yang merupakan jemaah haji reguler dan 9 jemaah haji khusus. Data tersebut dilansir hari ini, Senin, 27 Agustus 2018 pukul 13.00 Wib.

Tahap fase kepulangan jemaah haji diawali dengan pelepasan 455 jemaah Debarkasi Palembang yang berasal dari kloter PLM-001.

Mereka dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali, dan Inspektur Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan.

Baca: Hasil Final Bulutangkis Asian Games 2018 - Jonatan Christie Unggul atas Chou Tiechen di Set Pertama

Baca: LIVE STREAMING Final Bulutangkis Asian Games 2018 - Link Live Streaming Indosiar Mulai 12.00 WIB

Hari pertama kepulangan jemaah diikuti 15 kloter atau 6.026 jemaah. Untuk PLM-001 akan diterbangkan Senin (27/08) pukul 08.15 WAS dan dijadwakan tiba di Tanah Air pukul 21.55 Wib, disusul Kloter 1 Debarkasi Surabaya pada pukul 09.45 WAS yang membawa 450 jamaah.

Selanjutnya, menyusul penerbangan Kloter 1 Debarkasi Jakarta-Bekasi pada 10.05 WAS dan Kloter 1 Debarkasi Padang pada pukul 11.20 WAS. Hari perdana kepulangan gelombang pertama ditutup Kloter 13 Debarkasi Solo yang terbang dari Jeddah pukul 22.05 WAS.

Seluruh jemaah kloter gelombang pertama akan diterbangkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah. (kemenag.go.id/MCH)

Editor: Elpianur Achmad

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer