Kanal

Pengungsi Gempa Lombok Lari ke Martapura, 'di Sini Kami Merasa Aman dan Nyaman'

Sejumlah korban bencana Lombok yang mengungsi ke rumah keluarganya di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat - banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEBANYAK 5

Baca: Buka-bukaan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Soal Hubungan Mereka, Ayu: Kenapa Harus Ribut?

2 warga Lombok mengungsi ke Kabupaten Banjar. Para korban gempa ini datang dalam keadaan masih trauma, bahkan ada yang sakit dan terluka.

Saat ini mereka menginap di rumah saudara mereka, Ruspan dan Zainuddin, di Desa Sungai Batang RT 1 Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Suasana di rumah Zainuddin sangat ramai. Di teras rumahnya, berkumpul para pengungsi dewasa dan orangtua. Mereka saling berbagi cerita dengan warga setempat. Sedangkan di halaman rumah, anak-anak pengungsi bermain-main.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018 - Marcus/Kevin Raih Emas ke-24 Indonesia

Koordinator pengungsi, Nurdin, mengatakan mereka tiba di Desa Sungai Batang pada Senin (20/8) lalu. “Kami memutuskan mengungsi ke sini (Kalsel) karena kami ada keluarga di sini,” kata Nurdin, Selasa (28/8).

Lombok, kata Nurdin, belum memberikan rasa tenang dan aman kepada mereka.”Kami masih merasakan trauma gempa. Kami takut terjadi gempa lagi. Untuk sementara waktu kami ke Kalsel. Tinggal di sini lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Baca: Ketika Ampar-ampar Pisang Menggema di Gelora Bung Karno

Nurdin menceritakan, saat gempa terjadi mereka sempat lari ke gunung dan ke desa-desa lain untuk menyelamatkan diri.

“Cucu saya yang masih berusia tiga bulan sempat masuk rumah sakit akibat gempa,” ujar warga Desa Batuyang, Lombok Timur, Kecamatan Pringgabaya ini.

Anak Nurdin, Dina Sartika, menambahkan mereka masih merasakan goyangan gempa Lombok meski sudah berada di Kalsel. “Kami masih trauma. Saat akan tidur pun kami masih membayangkan kalau atap rumah jatuh dan menimpa kami,” ujarnya.

Suasana tak jauh beda di rumah Ruspan. Para pengungsi berkumpul dan berbincang-bincang di teras. Seorang pengungsi, Nila, mengatakan di sini (Desa Sungai Batang) lebih nyaman, meski cuaca di Sungai Batang cukup panas. “Di sini tidak ada goyangan (gempa),” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer