Kanal

Tertangkap Saat Melakukan Aksinya, Pelaku Ilegal Fishing Tak Berkutik Diamankan Aparat

Barang bukti yang diamankan dari penyetrum. - istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pelaku kegiatan ilegal fishing berhasil diamankan oleh pihak berwajib di wilayah Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Pelaku penyetrum berinisial ZK (32) warga Desa Samuda Kecamatan Daha Selatan diamankan pada Selasa, (28/8) pukul 14.00 WITA.

Penyetrum ikan ini diamankan saat melakukan kegiatan ilegal fishing di Sungai Pekapuran Kecil Desa Pekapuran Kecil Kecamatan Daha Utara, HSS.

Baca: Komentar Sandiaga Uno Soal Deddy Mizwar Jadi Jubir Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin, Pilpres 2019

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko melalui Kapolsek Daha Utara IPDA Syahbana membenarkan penangkapan pelaku kegiatan ilegal fishing di wilayah hukum Polsek Daha Utara.

"Pelaku diamankan saat sedang melakukan aksi penyetruman di Sungai Pekapuran Kecil," katanya, Rabu, (29/8).

Dijelaskannya pelaku diamankan saat pihaknya melakukan kegiatan patroli rutin.

Baca: Bukan Raffi Ahmad, Netizen Sebut Ada Pria Lain saat Ayu Ting Ting Unggah Foto Rumah Impiannya

Patroli yang dipimpin langsung Kapolsek Daha Utara bersama dengan anggota itu melihat ada pelaku penyetruman di Sungai Pekapuran Kecil.

"Pelaku berhasil kami amankan berserta dengan barang buktinya. Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Daha Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut," bebernya.

Barang bukti yang diamankan berupa satu perahu kecil lengkap dengan mesin cesnya.

Baca: 2 Kata dalam Postingan The Sacred Riana Setelah Tersingkir dari Americas Got Talent

Ikan air tawar hasil penyetruman seperti Ikan sepat, ikan papuyu sekitar 10 kilogram.

Selanjutnya ada satu baskom hitam,

Seperangkat alat setrum mulai dari mesin genset biru Merk Noqiwa, satu kotak orange berisi empa buah kapasitor serta satu stik untuk mengambil ikan yang ada kabel dan terhubung dengan genset dan kapasitor.

Pelaku melanggar pasal 84 ayat 1 UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan dan UU RI no 45 tahun 2009 tentang perubahan UU RI No 31 tahun 2004 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Pihaknya terus menghimbau kepada masyarakat diwilayah HSS agar tidak melakukan kegiatan ilegal fishing saat mencari ikan, karena kegiatan itu melanggar hukum.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post

Video Viral Polisi Sempatkan Diri Beribadah ketika Bertugas di Belakang Suporter Bola

Berita Populer