Kanal

Isu Cacing di Haruan Berdampak di Banjarmasin, Farin Kehilangan Satu Pelanggan

Noor Ifansyah, Sekretaris BPD Kandangan Lama, memperlihatkan daging ikan gabus yang terkontaminasi cacing, Rabu (29/8/2018) - istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Farin satu dari pengusaha ketupat Kandangan di Banjarmasin. Isu mengenai cacing pada haruan membuat usahanya sedikit tersentil. Hari ini, satu orderan katupat Kandangan miliknya dibatalkan.

Padahal, ia pemesan sebanyak 90 porsi. “Biasanya akhir pekan usaha kami laris manis. Sekarang, karena isu itu, ada yang batal order. Saya sudah menjelaskan, tapi konsumen berhak memilih,” kata pemilik warung Kaum di Jalan Bumi Mas, Banjarmasin Timur.

Baca: Pemerintah Pastikan Angkat 100 Ribu CPNS 2018, Ini Bocoran Soal Seleksinya

Meski demikian, tak ada perubahan penjualan harian di warung miliknya. “Kalau begini tidak kelihatan. Semoga tidak berimbas parah. Ini sudah ada yang batal order,” jelasnya.

Ia menjelaskan, seluruh masakah yang ada di warungnya terjaga kehigienisannya, mulai dari pembersihan sisik hingga pemotongan. “Kelihatan kok yang mana yang ada cacing. Tapi di tempat kami tidak ada. Pelanggan ada yang takut,” katanya.

Baca: Medali Perak Asian Games 2018 dari Atletik, Lalu Muhammad Zohri Ikut Andil

Ahli Gizi dari RSUD Banjarmasin yang juga Penasehat Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Banjarmasin, Wahyu Hardi Prasetiyo, menjelaskan, haruan yang memiliki cacing jelas kelihatan secara kasat mata.

Ia khawatir dengan adanya isu ini mengurangi konsumsi haruan dari warga di Kalimantan Selatan. Khususnya Banjarmasin. Padahal, berdasarkan nilai gizi yang terdapat pada haruan memiliki nilai protein sempurna.

Dari 100 gram ikan gabus, 18,8 nilai proteinnya. Selain itu, nilai albuminnya tinggi. Di atas kandungan gizi ikan lainnya. “Ikan ini bagus untuk pengobatan pasca operasi. Albuminnya jauh lebih tinggi dari putih telur,” jelasnya.

Baca: Najwa Shihab dan Erick Thohir Berpeluang Jadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Untuk isu cacing pada daging haruan, ia tidak mengetahui pasti apakah itu parasit atau cacing. Ia berharap ada pemeriksaan dari instansi terkait perihal ini. Apalagi, kondisi ini terjadi di kabupaten tetangga di Tanah Laut.“Kalau ada pemeriksaan, kita akan tahu perlakuan ikan ini seperti apa. Bisa mati dalam suhu berapa. Cacing atau parasit,” katanya.

Ia menjelaskan, perlakuan yang benar terhadap masakan Banjar tidak akan berpengaruh. “Cacing bisa dilihat, dari boga binaan saya dipastikan tidak ada cacing. Mereka akan memeriksa sebenar-benarnya saat pembersihan.

Dan sampai saat ini tidak ada ditemukan.  Saya harap tidak berimbas bagi Banjarmasin,” jelasnya.  (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)
 
 

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Inilah Sosok Ibu Angkat yang Tega Siksa dan Sekap 3 Anaknya Bersama Ular dan Anjing di Makassar

Berita Populer