Kanal

Niat Hj Asmah Dimakamkan di Makkah Terwujud, Terakhir Sempat Whatsapp Anak di Martapura

Hj Asmah saat masih hidup. - Istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabar meninggalnya Hj Asmah diterima anaknya di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu, (29/8) siang.

Kepala Bidang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar, H Syarwani langsung memberitahukan kepada anak-anaknya, salah satunya Salina (48).

Ditemui dirumah duka Jalan Metali Bincau Martapura, Salina masih nampak sibuk merapikan rumahnya pasca menggelar tahlilan pada Rabu malam. Rencananya tahlilan digelar hingga Sabtu malam.

Baca: Duduk di Samping Ranjang Berselimut Handuk, Jamaah Asal Banjar Ini Meninggal Dunia

“Saya merupakan anak almarhumah nomor dua, pertama Fauzan, ketiga Herlina dan keempat Nasrullah. Ibu kami berangkat ke Arab Saudi pada 1 Agustus lalu selepas Isya,” katanya, Kamis (30/8).

Selama melaksanakan ibadah haji, komunikasi biasa terjalin melalui video call Whatapps dan sesekali meminjam handphone temannya.

Baca: Raffi Ahmad Sebut Nagita Slavina Baik-Baik Saja dengan Ayu Ting Ting, Lihat Reaksi Gigi

Terakhir video call pada Selasa malam, menanyakan kabar anak-anak di Martapura dan ternyata merupakan komunikasi terakhirnya.

Hj Asmah meninggal dunia pada Rabu (29/8) pukul 06.30 waktu Makkah. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, berkeinginan ingin dimakamkan di Makkah.

“Keinginan ibu kami itu disampaikannya kepada teman satu kamar beliau, Hj Siti Ramlah. Tentunya kami di Martapura merasa terkejut dan tidak percaya karena beliau sehat walafiat, tetapi kami semua sudah mengikhlaskan apalagi ini merupakan hajat ibu kami,” jelasnya.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Asian Games 2018 Kamis 30 Agustus 2018, Indonesia Masih di Posisi 4

Diberitakan Banjarmasinpost.co.id sebelumnya, warga Jalan Melati RT.02 RW.01 Kelurahan Bincau Martapura itu pada pukul 06.00 waktu setempat memberitahukan kepada teman sekamar ingin berwudhu, tapi teman sekamarnya menganjurkan tayamum saja karena melihat almarhumah sudah melaksanakan salat subuh.

Oleh teman sekamarnya, kemudian disarankan istirahat diatas tempat tidur dan temannya tersebut menyelimuti. Selang 15 menit, Asmah turun dari tempat tidurnya dan duduk di samping tempat tidur sambil berselimut dengan handuk.

Kemudian teman sekamarnya menyuruh naik ke atas ranjang namun, almarhum tidak bersuara hanya berdehem batuk. Merasa ada yang aneh, teman sekamarnya kemudian memanggil-manggil namun Asmah tidak menyahut lagi dan teman sekamarnya langsung memanggil peugas kesehatan.

Sekitar pukul 06.26 waktu setempat, petugas tiba di kanar 112 dan langsung memeriksa keadaan jamaah haji tersebut. Dokter kloter, dr H Hery Andriyanto sekitar pukul 06.30 waktu setempat menyatakan jamaah haji asal Kabupaten Banjar itu meninggal dunia.

Diagnosa penyebab kematian, Ischemic Heart Disease dan almarhumah telah dimakamkan di Sharaya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer