Kanal

Pendidikan Tinggi, Tantangan Global dan Tahun Ajaran Baru 2018

Auditorium ULM di Simpang Empat Banjarbaru difoto dari udara menggunakan drone beberapa waktu lalu - facebook/sutarto_hadi

Oleh: MOH. YAMIN, Dosen ULM Banjarmasin dan penulis buku pendidikan

PENYELENGGARAAN pendidikan tinggi tahun ajaran baru 2018 ini sudah dimulai. Perguruan tinggi, terutama negeri sudah melakukan pengenalan kampus kepada para mahasiswa barunya yang disebut Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Selanjutnya, ada satu tema besar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang kemudian perlu menjadi catatan bersama mengenai perubahan arah pendidikan tinggi ke depan yang disebut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan turunannya.

Sejumlah perguruan tinggi (tidak memandang status negeri atau swasta) sudah melaksanakan KKNI di perguruan tingginya, namun banyak juga yang tidak dan belum mengimplimentasikan dengan alasan belum siap, belum melakukan revisi kurikulum sesuai semangat KKNI, dan lain seterusnya.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Asian Games 2018 Hari Ini Kamis 30 Agustus 2018, Kans Medali Indonesia

Salah satu muatan penting disebutkan bahwa kurikulum pendidikan tinggi sudah saatnya merubah dan menggeser paradigma lama menuju paradigma baru. Dalam paradigma lama, kompetensi lebih terfokus kepada pengetahuan. Sementara dalam paradigma baru meletakkan pengetahuan, keterampilan, perubahan sikap dan perilaku mahasiswa dimana mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sebagai modal hidup di abad 21.

Dalam konteks proses, pembelajaran kemudian akan diarahkan pada upaya diri untuk mencari dan membentuk pengetahuan. Pengertiannya adalah dosen dan mahasiswa sama-sama bekerja dalam pembelajaran supaya terjadi sebuah dialog dalam kelas. Dosen sebagai pengajar tentu selanjutnya harus memiliki banyak strategi untuk menghidupkan kelas agar mahasiswa menjadi aktif dan pro aktif dalam kelas.

Baca: Duduk di Samping Ranjang Berselimut Handuk, Jamaah Asal Banjar Ini Meninggal Dunia

Sementara dalam penggunaan media, maka hal apa pun bisa digunakan selama itu mampu mencapai kompetensi yang akan dicapai. Pada akhirnya, penilaian kemudian harus mampu mencakup banyak hal dan itu harus berkesinambungan. Dalam pendekatan multiple inteligence, penilaian tidak semata kepada kemampuan dan keberhasilan kognitif an sich.

Pertanyaannya adalah apakah beberapa poin yang cukup progresif tersebut mampu dilakukan banyak kampus atau mungkin para dosen? Kita semua mungkin belum bisa memberikan jawaban “iya atau tidak.” Pasalnya, yang mampu membangun kehidupan progresif dalam kelas adalah pengajar itu sendiri.

Baca: Update Klasemen Perolehan Medali Asian Games 2018, Kamis (30/8), Indonesia No 4 Jam 06.00 WIB

Kendatipun mahasiswa sudah memiliki kemampuan luar biasa, namun itu tidak didukung oleh pengelolaan kelas yang baik, jangan harap akan terjadi sebuah pembelajaran yang menarik dan “memancing” mahasiswa untuk belajar secara kritis dan transformatif. Justru yang terjadi adalah dominasi pengajar dalam kelas. Mahasiswa yang kritis dianggap membangkang sehingga bisa diancam dengan sanksi tertentu yang bersifat akademis.

Itulah yang dikatakan Paulo Freire, seorang pedagog, tokoh pendidikan dari Brazil. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah semua perguruan tinggi di republik ini sudah siap menerima kurikulum baru tersebut? Pasalnya, tidak semua perguruan tinggi mampu mengimplimentasikan hal tersebut. Alasannya adalah masih rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan itu biasanya terjadi akibat rendahnya minat baca dan banyak yang lain, selain itu juga sangat miskinnya buku-buku yang ada dalam perpustakaan (baca: realitas).

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Asian Games 2018 Kamis 30 Agustus 2018, Indonesia Masih di Posisi 4

Barangkali di kota-kota besar dimana perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berada, ketersediaan buku sudah sangat terjamin sebab umumnya infrastruktur pendukung sudah kuat dan baik. Ini berbeda dengan sejumlah perguruan tinggi yang berada di daerah-daerah.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer