Kanal

NKE Bantah Debu Proyek Bandara Cemari Permukiman, Ajak Ukur Bersama Jika Terpapar

Helmi menunjukkan alat batching plant yang berada tak jauh dari rumah warga yang diduga menyebabkan debu tanah dan semen yang mencemari udara di permukiman mereka. - banjarmasinpost.co.id/milna sari

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keluhan pencemaran udara yang diungkapkan warga RT 42 Kelurahan Syamsudin Noor soal debu semen dan tanah dari mesin batching plan pada Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor langsung dibantah PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE).

Perusahaan itu, mengklaim mesin batching plan sudah melalui perhitungan standar aman prosedur tetap.  Perusahaan itu, juga telah lakukan berbagai antisipasi.

" Kami selalu pantau ambang batas karena tentunya itu sudah protap kami, seperti kebisingan, air tanah, hingga debu, itu protap kami sudah dihitung. Paparan debu diperhitungkan dan diukur. Yang jelas ambang batas tidak ganggu artinya aman dan sesuai ketentuan," ucap Project Manager PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) pada Proyek  Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Widodo, Jumat (31/8) kepada reporter banjarmasinpost.co.id.

Namun, dia mengatakan bila masih jadi keluhan dan dikatakan paparan debu sedemikian parah pihaknya siap melakukan pengecekan.

Baca: DPT Pemilu 2019 Lebih Sedikit dibanding DPT Pemilu 2014, Ini Penjelasan Ketua KPU Kalsel

Baca: Tim Gabungan Polres HSU dan Tabalong Bekuk Tiga Pelaku curanmor

"Ayo kita ukur bila merasa masih terpapar parah. Sudah kami hitung, " katanya.

Widodo mengatakan , mesin batching plan sudah sejak lima bulan tadi beroperasi. Debu yang jadi keluhan dinilai tipis-tipis saja.

" Bahkan sudah antisipasi dipasang splinker air di atas bacthing plan," katanya.

Splinker yang berfungsi menyemprotkan air secara berkala juga atasi paparan debu. Dia juga menyatakan proses pengerjaan tidak setiap hari lembur, malam Jumat saja libur.

" Justru kabut asap yang ganggu, kami bekerja malam apalagi pagi saja berasa," katanya.

Untuk pengerjaan proyek, Widodo mengatakan, kini sudah 42 persen selesai. Bangunan fisik sudah semakin terlihat, hampir semua bangunan tampak fisiknya. Jumlah bangunan yang dibangun sekitar 30 unit.
Ada setidaknya empat bangunan berukuran besar seperti Cargo, main power house , administrasi building, dan masjid.

" Desember siap sudah," katanya.

Baca: Iis Dahlia Belum Move On dari Fatin, Iis : Dia Jadi Terkenal Lagi karena Ada Jasa Gue

Baca: Kebakaran di Dua Desa di HST, Warga Ini Kehilangan Tempat Tinggalnya

Bandara baru dengan segala fasilitasnya diestimasi baru pada 2019 bisa aktif. Pengembangan bandara Syamsudin Noor Banjarmasin merupakan proyek  strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 58 tahun  2017.

Pengembangan terdiri dari dua paket pekerjaan. Tahap pertama, pengembangan terminal dan fasilitas penunjang. Tahap kedua, meliputi infrastruktur, bangunan penunjang dan perluasan apron.

Terminal saat ini seluas 9.043 m2, akan diubah fungsinya nanti menjadi terminal kargo. Tahap pertama, dibangun terminal seluas 65.284m2 dengan daya tampung 6 juta penumpang per tahun. Tahap kedua, dibangun terminal penumpang seluas 108.134m2 dengan daya tampung 10 juta penumpang per tahun.

Untuk apron yang ada saat ini seluas 80.412 m2 dan mampu menampung 8 pesawat B737/A320, akan dikembangkan lagi seluas 129.812 m2 dengan kapasitas 2 pesawat B747, 2 pesawat B767, 12 pesawat B737 dan 2 pesawat ATR. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Sumber: Banjarmasin Post

Kronologi Pria Sulawesi 49 Hari Hanyut di Lautan hingga ke Jepang, Teriak “Help” Tapi Tak Digubris

Berita Populer