Kanal

Reaksi Tri Rismaharini Saat Digugat Rp 270 Miliar Oleh Warga Eks Lokalisasi Dolly

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini usai mengambil sumpah Aparatur Sipil negara (ASN) yang diangkat dari pegawai K2 di Gedung Sawunggaling, Jalan Jimerto Surabaya, Senin (25/6/2018). - TribunJatim.com

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tempo bicara Tri Rismaharini mendadak turun saat ditanya gugatan sebagian warga yang mengatasnamakan masyarakat eks Lokalisasi Dolly.

Wali Kota Surabaya mengaku mengetahui adanya gugatakan ke Pemkot Surabaya Rp 270 miliar. 

Semenjak Wali Kota Surabaya menutup total lokalisasi Dolly pada 2015 lalu, warga kehilangan pekerjaan. Mereka menggugat ke Pengadilan Negeri Surabaya melalui mekanisme class action.  

Baca: Link Live Streaming SCTV, Indosiar & Jadwal Final Sepakbola Asian Games 2018 Korsel Vs Jepang

 "Jangan mengusik ketenangan Dolly yang sudah tertata dengan tatanan baru. Jangan hanya segelintir orang tidak suka merusak Dolly yang sudah tenang," reaksi Risma saat ditemui usai membuka seleksi Beasiswa ke Liverpool di Stadion Tambaksari, Jumat (31/8/2018). 

Risma belum tahu persis bentuk Class action yang dimaksud. Namun, dia meyakini bahwa itu hanyalah ulah sebagian kecil warga yang tidak suka warga Dolly berkembang menjadi warga normal. 

 "Lebih eman generasi mendatang. Mereka perlu dukungan dan lingkungan yang normal. Ayo mana tunjukkan warga yang class actionitu ber-KTP Dolly tidak," kata Risma.

Baca: Jadwal MotoGP Mizano Italia 2018, Jorge Lorenzo Tak Sabar Tandem dengan Marc Marquez

Dia menyebutkan jangan sampai segelintir orang itu malah menyalahkan orang banyak. Apalagi saat ini warga Dolly sudah banyak yang nyaman dengan dunia baru yang lebih mendukung masa depan anak di eks lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu.

 "Segelintir orang mengusik Dolly yang tenang. Itu tidak adil. Saya menutup Dolly dengan penuh pertimbangan bersamaan dengan penutupan lokalisasi-lokalisasi lain," imbuh Risma. 

Penutupan Dolly, menurut dia, sudah tepat. Apalagi diikuti solusi. Banyak  usaha warga Dolly yang saat ini berkembang.

Mulai sablon, batik, hingga sandal. Usaha baru ini sebagai ganti sumber perekonomian yang lebih beradab selain prostitusi. 

Baca: BKN Rilis Video Terkait CPNS 2018, Netizen Pun Degdegan, Ini Tahapan Rekrutmennya

Begitu pula, aspek kenyamanan hidup anak-anak yang bermukim di kawasan eks lokalisasi Dolly. Menurutnya, anak-anak di Dolly berhak memiliki masa depan yang bagus. Sama dengan anak di wilayah Surabaya lain. 

 "Warga Dolly punya hak hidup normal seperti warga lain. Saya ingin menyelamatkan anak-anak di Dolly. Karena, anak-anak itu juga punya kesempatan hidup normal," kata Risma. 

Baca: Link Siaran Langsung (Live) Video.com Sepakbola Putra Asian Games 2018, Vietnam vs UEA

Puluhan warga Dolly yang menamakan diri Karang Taruna Putat Jaya (FORKAJI) berdemo di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (30/8/2018).

Mereka menuntut PN menolak gugatan class action yang diajukan sebagian warga Dolly. 

artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wali Kota Surabaya Digugat Warga Dolly Rp 270 Miliar, Ini Jawaban Menohok Bu Risma

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews

Haringga Sirla Tewas Dikeroyok, Bermula dari KTP Korban Dirazia Sejumlah Suporter Persib Bandung

Berita Populer