Kanal

Besok Jam 10:00 Wita Pagi, Pasien Tumor Ganas Batola Dibawa ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin

Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola. - banjarmasinpost.co.id/edi nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Didampingi petugas puskemas Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola akan dibawa ke ruang IGD ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan besok pagi, Senin (2/9/18) jam 10:00 Wita pagi.

“Iya, jam 10:00 Wita, Anita dibawa ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin dan selanjutnya untuk dibawa ke ruang bedah. Anita didampingi petugas Puskemas Semangat Dalam,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta, Minggu (02/9/18).

Hatta berharap di RSUD Ulin, Anita mau diopname agar pengobatannya masksimal. Jangan sampai terulang Anita minta pulang saat mau diopname di Rumah Sakit Abdul Aziz Kabupaten Batola beberapa waktu lalu.

“Kita berharap Anita mau diopname di RSUD Ulin Banjarmasin,” katanya.

Baca: Alasan Via Vallen Tak Tampil di Closing Ceremony Asian Games 2018, Ngaku Sempat Dihubungi Panitia

Hatta menyatakan dana pengobatan Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola kini ada titik terang. Dinas Kesehatan Batola memastikan akan mengobati Anita, dengan pendanaan BPJS Kesehatan dan dana jaminan kesehatan daerah (Jamkesda)

“Jadi untuk biaya operasi Anita menggunakan dana BPJS dan untuk biaya-biaya yang tak ditanggung oleh dana Jamkesda. Nah, sekarang tinggal persetujuan dari Anita dan keluarganya. Kalau Anita dan keluarga bersedia, maka akan kita jemput pasien tumor tersebut,” kata Hatta.

Hatta mengharapkan relawan atau LSM yang mendampingi Anita, untuk mendukung penuh program pemerintah sehingga penyembuhan pasien tumor ganas tersebut segera bisa tuntas dan cepet selesai.

“LSM atau relawan kita minta untuk mendukung program Pemkab Batola,” tegas Hatta.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Closing Ceremony Asian Games 2018, Ronal dan Tika Pandu Acara Pakai Payung

Hatta menegaska Dinas Kesehatan Batola siap menanggung biaya hidup dua pendamping Anita (35), penderita tumor dan kangker ganas di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola selama masa opname.

“Yaa pendamping Anita, maksimal dua orang dari pihak keluarga. Kita akan menanggung niaua makan dua pendamping Anita, selama masa opname. Tapi sekali lagi, kalau tawaran dari dinas kesehatan itu disetujui oleh Anita dan keluarga, “ kata tegas Hatta.

Sementara itu, Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, menyatakan pada 2002 pihak keluarga pernah berkonsultasi ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin dan dinyatakan dirinya mengidap penyakit tulang keropos. Namun tak menyangka penyakit ini berkembang menjadi kanker.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming SCTV & Indosiar Closing Ceremony Asian Games 2018

Pada 2007 Anita juga pergi lagi ke rumah sakit di Banjarmasin. Dari pihak rumah sakit menyatakan dinyatakan tangan harus diamputasi. Pada 2017, pihak rumah sakit menyatakan tak berani mengoperasi karena pembuluh darah sudah pecah.

“Saya sempat nggak sadar 10 hari dan drop. Badan terasa panas dan sakit karena tumor ini,” katanya.
Berbagai uluran tangan mengalir ke Anita. Termasuk relawan di Banjarmasin yang akan mengupayakan pengobatan tumor Anita. Dari pihak relawan menyatakan akan membantu mencarikan dana pengobatan tumor tersebut.

“Relawan memberi semangat Anita agar tak patah semangat dan pada 6 Juli saya dibawa relawan ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin. Pihak rumah sakit,, menyatakan tangan harus diamputasi dan baru penyembuhan dalam,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer