Kanal

Dinas Koperasi Batola Bangun Gudang Padi Kedua di Anjir Serapat

Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Surono - Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Koperasi Kabupaten Batola kembali berencana membangun gudang padi di kawasan Anjir Serapat, Kecamatan Anjir Muara melalui dana APBN.

Pembangunan gudang kedua ini menyusul overloadnya gudang padi di kawasan Puntik Kabupaten Batola.

“Gudang gabah kedua ini akan dibangun menggunakan dana APBN,” tegas Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Surono, Minggu (2/9/18).

Baca: Link Live Streaming Closing Ceremony Asian Games 2018 di SCTV, Indosiar, Trans7, Kompas TV, TV One

Menurut Surono, ke depan gudang gabah di kawasan Anjir Serapat itu secara bertahap akan menjadi sistem resi gudang (SRG) atau sistem tunda jual padi atau gabah. Dana pembangunan gudang ini diperkirakan mencapai Rp6 Miliar.

Dijelaskan Surono, gudang gabah pertama di kawasan Puntik, Kabupaten Batola yang selama ini menampung hasil pertanian di beberapa kecamatan seperti petani di Kecamatan Anjir Pasar, Mandastana, Alalak, Anjir Muara dan paling jauh petani di Rantau Bedauh sudah dilengkapi dengan alat pengering.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Closing Ceremony Asian Games 2018, Ronal dan Tika Pandu Acara Pakai Payung

“Iya, gudang gabah di kawasan Puntik sudah dilengkapi dengan alat pengering. Nah, petani yang pinter tidak akan berurusan dengan tengkulak yang sering gerilya di Batola pada malam hari. Tapi akan menyimpan gabah dengan sistem resi gudang (SRG) yakni sistem tunda jual padi atau gabah,”kata Surono.

Dia menjelaskan saat ini Pemkab Batola tak henti-hentinya mensosialisasikan SRG. Di gudang gabah ada gudang utama, pengering beras dan alat mesin penggiling gabah. Pemkab Batola juga mencoba memutus praktek mata rantai tengkulak di kalangan para petani.

Baca: Live Streaming SCTV Closing Ceremony Asian Games 2018 - Tayang Indosiar, TV One, Kompas TV, Trans7

Salah satunya, sistem resi gudang (SRG) yakni sistem tunda jual padi atau gabah. Saat panen melimpah, maka hasil pertanian harga jualnya rendah.

(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer