Kanal

Pemerintah wacanakan Cabut Bantuan Sosial Bagi Perokok

Ilustrasi: Warga penerima bantuan menerima pembagian Kartu Keluarga Sejahtera dari Bank BNI pada Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Kantor Kecamatan Coblong, Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Kamis (16/3/2017). E-Voucher dengan saldo senilai Rp 110.000 per bulan tersebut dapat digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di warung elektronik (e-Warong) yang telah ditunjuk. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN - TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota Banjarmasin baru tadi menyalurkan bantuan pangan non tunai (BPNT). Berjumlah sekitar 15.970 orang, penyaluran program bantuan ini juga tergolong berbeda dari tahun sebelumnya.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan berupa uang senilai Rp 110 ribu. Uang tersebut kemudian disalurkan melalui bank ke masing-masing kartu gesek yang dipegang KPM untuk dibelanjakan di E-Warung.

Namun, peruntukkan para KPM  untuk saat ini masih terbatas. Mereka hanya bisa membeli dua jenis barang, yakni beras dan telur di masing-masing E-Warung yang telah disediakan.

Baca: Dokter Spesialis Ditambah, RSUD Idaman Banjarbaru Yakinkan Pelayanan Bedah Tidak Lelet

Baca: Kuyang Bikin geger Warga Cahaya Pelangi Banjarbaru, Mama Ina: Dia Terbang, Kepalanya Sinar Putih!

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Esya Zein berharap ke depan Banjarmasin pun dapat menjadi kota yang terbaik dalam penyaluran BPNT.

Menurutnya pemerintah saat ini sedang merencanakan akan menambah jenis barang yang bisa dibeli KPM di E-Warung.

" Mungkin pada 2019 nanti pemerintah akan menambah elpiji pada E-Warung," jelasnya.

Baca: Bumbes Desa Jejangkit Timur Batola Bangun PDAM Unit Skala Desa

Namun kini yang juga tak kalah penting menjadi perhatian bagi KPM terutama yang masih sulit meninggalkan kebiasaan merokok agar segera berhenti dari sekarang.

Pasalnya, pemerintah berwacana akan mencabut bantuan baik PKH (Program keluarga harapan) atau BPNT bagi warga yang merokok.

" Iya akan ada wacana bagi keluarga miskin merokok akan dicabut haknya. Mungkin 2020 nanti. Ini dari kementerian bappenas. Masa, orang miskin merokok," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul ghani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Sumber: Banjarmasin Post

Hanyut di Laut sampai ke Jepang selama 49 Hari, Begini Cara Aldi Novel Adilang Bertahan Hidup

Berita Populer