Kanal

Perusahaan Kayu Tutup, Warga Desa Jelapat Kehilangan Pekerjaan, Banyak yang Memilih ini

bpost - BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekretaris Desa Jelapat I, Kabupaten Batola, Sahriani berharap Pemkab Batola bisa memikirkan lapangan kerja bagi warganya.

Saat ini, warga susah mencari kerjaan.

“Warga Desa Jelapat saat ini mencari kerja harus ke Banjarmasin. Itu harus kerja buruh bangunan dan serabutan,” kata Sahriani, Sabtu (1/9).

Dijelaskannya, saat ini sebagian warga banyak pergi ke sawah untuk kesibukan.

Baca: Donghae Super Junior Tepati Janji Lakukan Goyang Dayung Jokowi, Closing Ceremony Asian Games 2018

Pada 2008 penduduk Desa Jelapat sebanyak 15 ribuan.

Begitu dua perusahaan kayu tutup, jumlah penduduknya tinggal 5.000 jiwa saja.

“Dulu banyak penyewaan rumah, mes dan kos-kosan. Semua itu tinggal kenangan dan semua bangunan sewa rumah dan kontrakan dibongkar,” kenang Sahriani.

Baca: Iis Dahlia Posting Foto Saat Tidur, Bulu Halus Ini Jadi Perhatian Netizen, Pujian Pun Berdatangan

Warga Desa Jelapat tidak ada keahlian khusus untuk mencari pekerjaan sehingga sangat tepat sekali ada pembangunan pabrik baru lagi di Desa Jelapat I Batola.

Di Desa Jelapat I, ada 25 buah RT.

Begitu juga menurut mantan karyawan PT Barito Pasific, Musafikri.
Dia berharap Pemkab Batola bisa mengulang kejayaan dua perusahaan kayu besar yaki PT Barito Pasific dan PT Daya Sakti.

Baca: Lelang Keperawanan Digelar Perempuan Muda Ini Hanya Karena Sakit Hati Dikhianati sang Pacar

Saat ini, ribuan warga Jelapat I dan Jelapat Baru banyak nganggur, terutama eks dua karyawan perusahaan kayu besar tersebut.

“Mudah-mudahan Pemkab Batola bisa mendorong kembali kembali pembangunan sebuah pabrik baru,” kata Musafikri (65).

Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Haringga Sirla Tewas Dikeroyok, Bermula dari KTP Korban Dirazia Sejumlah Suporter Persib Bandung

Berita Populer