Kanal

Usai Dibikin Teler, ABG di Tabalong Digilir 3 Temannya, Kasus Terbongkar Berkat Perjuangan Orangtua

Pelaku FSH (20) dan MR (19). - Humas Polres Tabalong

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Tiga pelaku yang diduga terlibat dalam persetubuhan anak di bawah umur berhasil diamankan tim gabungan Opsnal Satreskrim Polres Tabalong dan Polsek Tanta.

Pelaku diamankan secara bergiliran di lokasi berbeda dalam hitungan jam setelah laporan diterima Polres Tabalong, Jumat (31/8/2018) tengah malam sekitar pukul 01.00 Wita.

Pertama kali diamankan, FSH (20) di rumahnya di Kecamatan Tanta. Kemudian MR (19), diamankan di rumahnya di Kecamatan Tanta.

Baca: Kagetnya Anies Baswedan Saat Kunjungi Jonatan Christie karena Lihat Kondisi Rumahnya

Terakhir AP(16), warga Kecamatan Jaro, Tabalong, yang diamankan saat berada di kawasan Mabuun Kecamatan Murungpudak.

Berdasarkan penyelidikan, selain tiga orang tersebut masih ada satu pelaku lagi yang diduga terlibat dan hingga sekarang masih dalam pencarian.

Informasi didapat, ulah pelaku terhadap korban AM (13) terbongkar dari laporan orangtua korban yang berusaha mencari keberadaan anaknya.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Persis Solo vs Aceh United di Liga 2 2018 via Youtube

Korban diketahui orangtuanya keluar dari rumah sejak Senin (27/8/2018 ) sekitar pukul 18.00 Wita dengan mengendarai kendaraan roda dua.

Selanjutnya karena sampai Selasa (28/8/2018) tidak pulang juga, orangtua korban berusaha mencari dengan mendatangi rumah salah seorang kawan korban di kawasan kecamatan Murungpudak.

Teman korban yang didatangi ini kemudian berusaha ikut mencari tahu dimana korban dengan menelpon handphone korban.

Saat ditelpon itu yang mengangkat handphone korban adalah temannya dan menceritakan kalau dia bersama korban sedang berada dirumah pelaku FSH (20) di Kecamatan Tanta.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Trans7 MotoGP Misano Italia 2018 - Nasib Tragis Valentino Rossi

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer