Kanal

Bukan Cuma Rupiah yang Melemah dari Dollar AS, Ini Adalah Mata Uang Negara yang Juga Terdampak

ilustrasi uang rupiah - tribunnews.com

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bukan Cuma Rupiah yang Melemah dari Dollar AS, Ini Adalah Mata Uang Negara yang Juga Terdampak.

Tidak Hanya Rupiah Rontok dari Dollar AS, Berikut Sejumlah Mata Uang Asing yang Melemah.

Rupiah rontok atau melemah Selasa (4/9/2018), ternyata juga dialami mata uang negara lain.

Melemahnya mata uang negara-negara ini melanjutkan pelemahan pada hari sebelumnya.

Baca: Dollar Hari Ini Dekati Rp 15.000, Rupiah Anjlok Disebut Terendah Sejak Krisis Ekonomi Tahun 1998

Dikutip dari kompas.com, tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang disebabkan meningkatnya ketegangan perdagangan dan masih perkasanya dollar AS.

Sementara itu, para investor memandang Argentina yang kini tengah dikabuti krisis keuangan hanya melakukan sedikit upaya untuk membenahi masalah yang dihadapinya.

Diwartakan Reuters, indeks nilai tukar mata uang negara-negara berkembang (MSCI) terpeleset 0,3 persen. Mata uang rupee India dan rupiah Indonesia pun tak terelakkan menyentuh level terendahnya.

Baca: Roy Suryo Dapat Surat Tagihan dari Kemenpora, Belum Kembalikan 3.226 Item Aset Saat Jabat Menpora

Beberapa mata uang negara berkembang lainnya, seperti lira Turki, rand Afrika Selatan, rubel Rusia, dan peso Meksiko juga melemah terhadap dollar AS.

"Nilai tukar mata uang negara-negara berkembang akan menderita meski hampir telah melakukan apapun, masalahnya adalah seberapa besar (pelemahannya)," kata Michael Every dari Rabobank.

Every menyebut, sepanjang bank sentral AS Federal Reserve terus menaikkan suku bunga, pajak korporasi pun relatif rendah, hingga ancaman perang dagang terus di depan mata, maka dollar AS akan terus menguat terhadap mata uang negara-negara berkembang.

Baca: Menikah dengan Habib Usman, Ternyata Kartika Putri Sudah Punya Anak, Lihat Foto-fotonya

Nilai tukar rupiah melemah sejak beberapa waktu terakhir, disebabkan krisis finansial yang terjadi di Turki dan Argentina, hingga ancaman perang dagang AS-Cina yang menyebabkan investor ramai-ramai melakukan aksi jual.

Dari dalam negeri, rupiah melemah sebagai imbas defisit transaksi berjalan. Berdasarkan data pasar spot Bloomberg hingga sore ini, rupiah berada pada level Rp 14.935 per dollar AS.

Baca: Fadli Zon Sebut Anti Pancasila & PKI Soal Ustadz Abdul Somad Batal Ceramah karena Diduga Intimidasi

Angka ini melemah 120 poin atau 0,81 persen dibandingkan posisi pada pembukaan perdagangan, yakni Rp 14.822 per dollar AS.

Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, rupiah ditutup pada level Rp 14.815 per dollar AS. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp 14.780 hingga Rp 14.845 per dollar AS. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mata Uang Negara-negara Berkembang Berguguran"

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer