Kanal

Bersamaan Anjloknya Rupiah, Harga Bibit Udang dan Pupuk Kolam Tiba-tiba Naik

Ilustrasi - Istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Petani tambak udang windu atau udang tiger di Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut mulai gundah, pasalnya harga bibit yang dibeli naik.

Mungkinkan kenaikan ini ada hubungannya dengan anjloknya nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat (AS)?

Solikin, anggota kelompok tambak udang Padaidi mengaku heran harga bibit udang yang dibelinya dalam dua pekan ini terakhir ini naik.

Baca: Masuk Incaran Presiden Duterte, Wali Kota di Filipina Ini Ditembak Mati saat Tertidur di Kantornya

"Sebelumya itu satu ekor bibit udang itu hanya Rp 32. Kini Rp 34 per ekornya. Saya setiap menebar benih dalam satu kolam itu 20 hingga 25 ribu ekor," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Rabu (5/9/2018).

Baca: Jokowi Diminta Mundur Jadi Presiden RI Karena Nilai Tukar (kurs) Rupiah Melemah, Ini Alasannya

Menurut Solikin, harga pupuk putih usia non subsidi juga harga belinya naik belum lama ini, Rp 280 ribu isi 50 kilogram.

Satu hektar lahan tambak udang itu, Solikin mengaku sebelum diberi air memerlukan tiga kwintal pupuk uria dan setelah diberi air ditaburi pupuk dua kali menghabiskan setengah karung.

Baca: Kurs Jual Tembus Rp 15 Ribu, Bank CIMB Niaga Patok Rp 15.050, BCA Rp 15.150 & Mandiri Rp 15.003

"Harga jualnya Rp 85 ribu per kilogramnya itu masih mengikuti harga pasaran rupiah dan itu tidak naik. Justru harga biaya produksi tambak udang acuannya harga dollar," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer