Kanal

Harga Dollar Kian Melejit, Presiden Jokowi Sebutkan Dua Hal Untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia

Jokowi sebutkan dua hal penting untuk memperbaiki ekonomi - (Instagram @jokowi)

BANJARMASINPOST.CO.ID - Harga Dollar kian melejit, kini nilai tukar 1 Dollar tembus Rp 15 ribu. Melemahnya nilai tukar rupiah menjadi perhatian banyak pihak. Bahkan ada ekonom menyebut pelemahan tersebut menjadi pertanda ada yang tak beres pada perekonomian Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut memberikan komentar untuk memperbaiki ekonomi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya di akun instagramnya @Jokowi. "...Ada dua hal yang penting untuk memperbaiki ekonomi kita: pertama, ekspor, dan yang kedua, investasi," tulisnya.

Dalam postingannya tersebut juga dijelaskan upayanya meningkatkan ekonomi Indonesia dengan menggaet satu perusahaan otomotif untuk berinvestasi di Indonesia. Jokowi menuliskan bahwa dalam 2,5 tahun ini, investasi perusahaan tersebut telah mencapai Rp 22,7 triliun.

"Ini nominal yang besar. Selain itu, tingkat kandungan komponen lokal produk ekspor kendaraan utuh Toyota telah berkisar di angka 75 hingga 94 persen. Ini menjembatani industri kecil dan menengah untuk memasok komponen kendaraan yang berorientasi pada ekspor," tulis Jokowi di akun instagramnya.

Baca: Komentar Presiden Jokowi Soal Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Sampai Sentuh 15 Ribu Per Dolar

Baca: Bukan Cuma Rupiah yang Melemah dari Dollar AS, Ini Adalah Mata Uang Negara yang Juga Terdampak

Presiden Jokowi menegaskan, pelemahan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat bukan hanya terjadi terhadap rupiah saja, tetapi juga mata uang negara lain.

"Tidak hanya negara kita, Indonesia, yang terkena pelemahan kurs, tidak hanya Indonesia," ujar Jokowi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dikutip dari Kompas.com pada Rabu (5/9/2018).

Menurut Jokowi, pelemahan rupiah saat ini lebih disebabkan sentimen dari eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan krisis yang melanda Turki serta Argentina.

"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi."

"Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati," ujar Jokowi.

Untuk menguatkan rupiah kembali, menurut Jokowi, pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, dan para pelaku usaha.

Halaman
12
Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer