Kanal

Kapal Pamaton Hills, Tawarkan Sensasi Makan Sambil Bergoyang Ala Susur Sungai

Mirip seperti restoran apung, Pamaton Hills menawarkan wisata susur sungai sambil bersantap. - Eka Pertiwi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Cuaca di Banjarmasin akhir-akhir ini bersahabat. Tak mendung tak juga begitu panas. Bagi yang ingin bepergian atau melakukan wisata di luar ruangan jelas ini waktu yang pas. Yap apalagi kalau menikmati Banjarmasin dengan sungainya.

Sejak wisata susur sungai mulai tumbuh di Banjarmasin pada tahun 2016 lalu, kini tawaran untuk menikmati santapan makanan juga ditawarkan di atas sungai.

Bahkan, baru-baru ini Kapal Pamaton Hills mulai menjadi destinasi kunjungan wisata terbaru di Sungai Martapura.

Apa itu Kapal Pamaton Hills? Yakni sembuah kapal tempat berwisata susur sungai sambil menikmati makanan di Banjarmasin.

Baca: Puluhan Santriwati di Banjarbaru Positif Terserang Campak Rubella, Dikarantinanya Cuma di Sekolah

Kalau ingin melihat, menikmati, atau bahkan makan sambil susur sungai, Kapal Pamaton Hills ada di Sungai Martapura, bersandar dekat Tugu Nol Kilometer Jalan Jendral Sudirman Banjarmasin atau berada di Siring Sudirman.

Bagian kapal untuk meja dan kursi serta tangga didominasi warna merah, sedangkan bagian sampingnya didominasi wana putih dan kuning. Sedangkan pada bagian depan berbentuk seperti kapal pesiar dan berbahan logam.

Baca: Puluhan Santriwati Banjarbaru Terserang Campak Rubella, Dikarantina Sampai Dilarang Bertemu Temannya

Berbeda dengan kapal untuk menikmati wisata susur sungai. Di kapal ini disediakan kursi dan meja untuk menikmati pemandangan dan menu yang disediakan.

Pemilik kapal, Muhammad Iqbal Habibi, mengaku menghabiskan anggaran tak kurang dari Rp 300 juta untuk membangun kapal model seperti ini. Dibuat pada akhir 2017 lalu, kapal ini baru beroperasi tiga pekan di Sungai Martapura.

Lalu mengapa dinamakan Pamaton Hills atau Bukit Pamaton. Sedangkan nama bukit ini berada di Kabupaten Banjar. Rupanya, Iqbal sering berkunjung menikmati perahu di luar daerah. Nama perahu pun diambil dari nama bukit.

Baca: Jokowi Diminta Mundur Jadi Presiden RI Karena Nilai Tukar (kurs) Rupiah Melemah, Ini Alasannya

“Di Indonesia kebanyakan kapal pakai nama bukit atau gunung,” bebernya.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer