Kanal

Lagi, Teror Anjing Gila Terjadi di Desa Lajar Lampihong, Korban Diterkam Dari Belakang

Korban gigitan anjing gila di desa lajar lampihong Gandi (45). - istimewa/ warga Desa Lajar muhammad jalaludin

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Ancaman anjing gila kembali meneror warga, setelah sebelumnya di Desa Layap Kecamatan Paringin, kini terjadi lagi di Desa Lajar RT 2 Kecamatan Lampihong.

Informasi dikumpulkan banjarmasinpost.co.id, Rabu (5/9/2018) kejadian ini menimpa seorang korban warga bernama Gandi (45) pada Senin (3/9/2018).

Diketahui korban mengalami gigitan anjing gila sekitar pukul 17.30 wita pada saat korban ingin mengambil air dibelakang rumahnya.

Baca: Respons Orang Dekat Gus Dur Soal Ustadz Abdul Somad yang Batal Ceramah karena Dugaan Intimidasi

Kemudian setelah mengambil air, korban yang berangkat pakai sepeda dan membawa dua jerigen lalu pulang dengan menggiring sepeda berjalan kaki.

Kepada banjarmasinpost.co.id, seorang warga Desa Lajar Muhammad Jalaludin membenarkan kejadian tersebut.

Diceritakannya, untuk kronologis kejadian saat korban ditengah jalan membawa air yang telah diambilnya, lalu bertemu dengan anjing, korban mengusir dengan mengatakan hus hus hus.

Baca: Secantik Kartika Putri, Ini Sosok Istri Pertama Habib Usman Bin Yahya, Ria Tatu, Lihat Foto Beredar

Meski anjing yang diusir tersebut menjauh, tetapi ternyata anjing tersebut tiba-tiba menerkam dari belakang korban.

Akibat kejadian itu korban mengalami gigitan anjing dikaki sebelah kiri.

"Korban kemudian berteriak minta tolong, tapi karena dibelakang rumah agak jauh dari warga sehingga tak kedengaran suara saya minta tolong," katanya.

Lebih lanjut saat itu korban masih berupaya mengusir anjing yang masih berada didekat korban setelah menggigit, setelah mendengar beberapa kali teriakan korban minta tolong anjing tersebut langsung lari.

Baca: Pesawat Berpenumpang Vokalis Endank Soekamti Jatuh di Yogyakarta, Ini Faktanya

Korban pun akhirnya pulang kerumah dengan tertatih-tatih, dan diketahui oleh warga lalu diantar ke bidan untuk mendapatkan penanganan.

"Di bidan kehabisan obat sehingga dirujuk ke rumah sakit Balangan untuk mendapatkan penanganan, baru sekitar pukul 22.00 wita diizinkan pulang kerumah," ujarnya.

Sebagai warga ia berharap kepada pemerintah agar menindaklanjuti kejadian ini agar warga tak menjadi resah.

"Soalnya warga disini mulai ketakutan terutama ketika turun mau menyadap karet, jadi harus ada tindaklanjut pemerintah," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Pesawat Miring dan Bergoyang Tak Wajar lalu Putar Balik, Wings Air Benarkan Adanya Kesalahan Teknis

Berita Populer