Kanal

Pemain Martapura FC Mendapat Jahitan di Pelipis Usai Berlaga di Markas Semeru FC

Semeru FC vs Martapura FC - instagram.com/@semeruFC

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tim Martapura FC berhasil memboyong satu point dalam laga tandangnya di markas Semeru FC, Selasa (4/9/2018) sore setelah menahan imbang tuan rumah tanpa gol.

Dan torehan satu point pada laga yang dilaksanakan di Stadion Semeru tersebut, rupanya harus ditebus dengan cukup mahal oleh tim Martapura FC.

Pasalnya beberapa pemain pilar Martapura FC harus mengalami memar bahkan luka-luka akibat permainan menjurus kasar dari tuan rumah.

Baca: Daniel Mananta Jadi Ahok dalam A Man Called Ahok, sang Mantan Gubernur DKI Jakarta Tuliskan Ini

Perlakuan kasar dialami oleh tim Martapura FC khususnya di babak kedua, dan beberapa pemain Martapura FC jadi korban.

Adapun pemain Martapura FC yang menjadi korban permainan kasar tersebut, adalah Amirul Mukminin, Marshell Huwae, Reza Saputra, Haris Hardiansyah bahkan juga sang kapten yakni Qischil Gandrum Minny.

Bahkan khususnya untuk Reza Saputra sampai harus mengalami luka robek di bagian pelipis sehingga harus dijahit.

Baca: Maia Estianty Tampil Berjilbab Setelah Disebut Ingin Ikuti Mulan Jameela Berhijab oleh Ahmad Dhani

"Iya, Reza luka robek di pelipisnya dan mendapat tiga jahitan mungkin karena kena sikut. Dan pemain lawan saat itu memang bermain kasar, bahkan sampai menginjak dan memukul. Qischil sempat bengkak di bagian wajah karena kena pukul, Marshell juga memar di bagian bibir," ujar pelatih kepala Martapura FC, Frans Sinatra Huwae.

Frans menambahkan akibat perlakuan kasar dari tim lawan, juga sempat membuat salah seorang pemain senior di dalam tim yakni Amirul Mukminin juga terpantik emosinya.

"Amir juga mengalami memar di bagian betis karena diinjak. Dan Amir pun sempat emosi, untungnya masih terkontrol. Kemudian Erwin juga sempat dipukul oleh pemain lawan," katanya.

Baca: Chairul Tanjung Masuk Bursa Calon Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Frans pun menilai lawan bermain begitu keras karena begitu berambisi untuk memenangi laga saat itu.

"Lawan pastinya ingin menghindar dari zona degradasi, makanya sangat keras mainnya. Untungnya anak-anak bisa mengontrol emosi," pungkasnya.

Penulis: Frans
Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer