Kanal

Belum Ungkap Kasus Kakek Penjaga Kebun Sawit, Polres Tanahlaut Lakukan Ini

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan - mukhtar wahid

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pasca pemakaman kakek Jaji alias Muksin (73) penjaga kebun sawit di Desa Bajuin, yang tewas berdarah, jajaran Satreskrim Polres Tanahlaut berusaha mengumpulkan keterangan para saksi dan petunjuk untuk membuka kasus menjadi terang benderang.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, kasus itu sudah digelar perkaranya oleh jajaran Satreskrim Polres Tanahlaut agar terang benderang.

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Rabu (5/9/2018) membenarkan gelar perkara tersebut.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Persija vs Selangor FA via Link Youtube dan Facebook

Sentot Adi Dharmawan mengaku sudah memberikan arahan agar tidak cukup hanya dari keterangan tiga saksi, termasuk keterangan saksi pelapor.

"Saya minta agar mencari petunjuk lainnya, misalnya kebiasaan korban bersama siapa dan siapa yang malam itu melihat korban," katanya.

Sentot berharap dengan petunjuk yang didapat jajaran Satreskrim Polres Tanahlaut, dapat segera terungkap pelakunya.

Ditanya apakah ada harta benda korban yang lenyap, Sentot belum dapat menduga adanya tindak pidana perampokan.

Baca: Jadwal Penerimaan CPNS 2018 Pada 16-20 September, 3 Kesalahan di Sscn.bkn.go.id Gagalkan Peserta

Itu karena pelakunya belum terungkap dan kebiasaan korban sesuai keterangan saksi sering membawa uang di badannya.

Kasus kematian kakek Muksin itu menghebohkan warga Desa Bajuin, Rabu (29/8/2019) sekitar pukul 07.15 Wita.

Itu setelah saksi Sriatun (29), tetangga korban kaget melihat jasad korban terbujur kaku direbung semut dalam kondisi berdarah di sekitar bagian kepala.

Baca: Jurnalis dan Polda Kalsel Berduka, Kompol Wendi Otniel Meninggal Dunia

Sriatun mendatangi rumah korban karena penasaran, sekitar pukul 05.00 Wita itu mendengar suara teriakan minta tolong dari arah rumah korban.

Sementara itu, warga Desa Bajuin rajin mengaktifkan ronda malam untuk mengantisipasi peristiwa serupa tak terulang lagi.

Salik Mulyadi, warga Desa Bajuin, mengaku selepas peristiwa dugaan pembunuhan itu, warga di RT 6 melaksanakan ronda malam.

"Warga bergiliran jaga malam di kampung hingga subuh," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Kronologi Anggota The Jak Mania Tewas Dikeroyok Oknum Suporter Persib, sempat Minta Tolong

Berita Populer