Kanal

Gadis Cantik Menangis di Bandara Syamsudin Noor Karena Batal Jadi Pembantu di Arab Saudi

Henny baju putih di kantor BP3TKI Banjarbaru calon PMI non prosedural termuda yang terciduk di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru - banjarmasin post group/ milna sari

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU  - Malang bagi Henny. Perempuan yang masih berusia 17 tahun ini dipastikan tak bisa ikut berangkat bekerja ke luar negeri seperti rombongannya yang dibawa oleh sponsor asal Kalsel, H Abdul Aziz.

Dengan mata berkaca-kaca dan nada suara yang sudah mulai terisak, Henny tampak kecewa tak bisa berangkat ke luar negeri untuk bekerja.

"Oktober nanti saya baru 18 tahun," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id saat ditemui di BP3TKI Banjarbaru, Kamis (06/09/2018).

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Valentino Rossi Target Juara di Kandang

Henny diketahui memiliki satu orang anak berusia tiga tahun dan suami yang bekerja sebagai penyadap karet di Awayan. Ia mengaku berani berangkat untuk bekerja ke Arab Saudi karena sudah mendapatkan restu dari suami. Anaknya juga dititipkan ke neneknya.

Dirinya dijanjikan bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp 5,5 juta per bulan.

Sebutnya ia tak tahu jika keberangkatan dirinya ke Arab Saudi melalui jalur ilegal. Dirinya selama ini juga tak memberikan uang ke sponsor.

Baca: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Batal Ceramah Karena Dugaan Intimidasi, Sebut Sejumlah Ormas

"Di kampung banyak yang berangkat bekerja ke Arab Saudi dan baik-baik saja, mereka masih mengirim uang dari Arab ke kampung untuk keluarga, tidak ada masalah jadi saya percaya," ujarnya.

Di antara sepuluh calom PMI non prosedural yang terciduk di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru Henny memang yang paling muda. Ia diketahui menikah di usia 12 tahun. Henny bahkan terlihat masih masih sangat muda. Paras Henny juga cantik. Selama ini dirinya menjadi ibu rumah tangga.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BPT3KI Banjarbaru Fachrizal menyayangkan keputusan Henny untuk bekerja di luar negeri sebagai pembantu.

Baca: 10 Pekerja Migran (TKI) Non Prosedural Sukses Dicegah Ke Arab Saudi Jadi Pembantu

"Masih sangat muda, sayang sekali jika harus jadi pembantu di luar negeri, bahkan jika bekerja menjadi penjaga toko retail juga masih bisa," ujarnya.

Henny kemudian disarankan untuk bekerja dipabrik dengan bantuan biro pengiriman PMI ke luar negeri yang prosedural atau legal.

(banjarmasinpost.co.id /milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Banjarmasin Post

Wanita di Medan Dicegat 4 Teman Sosialitanya saat Naik Taksi, Babak Belur Dihajar Pakai High Heels

Berita Populer