Kanal

Kampanye Imunisasi MR di Tanahlaut Capaiannya 33 Persen, Penyebabnya Diduga Ini

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Noordiansyah memperlihatkan capaian kampanye imunisasi MR di 11 Kecamatan se Kabupaten Tanahlaut, Jumat (7/9/2018). - banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Tanahlaut, sejak awal Agustus hingga awal September ini capaiannya hanya sekitar 33 persen.

Dari target sasaran siswa sekolah dan diluar sekolah, sekitar 92.769 anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun hanya tercakup 31.046 anak atau sekitar 33.47 persen.

Data capaian itu dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Noordiansyah karena adanya penolakan kampanye imunisasi MR di sejumlah sekolah di Kabupaten Tanahlaut.

Menurut Noordiansyah yang didampingi Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, penolakan dari lembaga sekolah itu disebabkan dua alasan.

Baca: Jadwal Puasa Bulan 9 & 10 Muharram, Ini Niat dan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura

Alasan pertama sekolah menolak sebelum adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan penolakan dari orangtua anak agar tidak diberi imunisasi.

"Meskipun sudah terbit Fatwa MUI yang membolehkan imunisasi MR. Penolakan masih terjadi di sekolah," kata Noordiansyah kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (7/9/2018).

Noordiansyah berharap masyarakat tidak menolak kampanye imunisasi MR itu karena dampak dari penderita MR itu berakibat bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.

Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018 Ditetapkan 19 September, Kabar Gembira untuk yang Lulus Cumlaude

"Imunisasi MR ini adalah proteksi bagi masa depan anak. Imunisasi juga ikhtiar melindungi anak dari serangan penyakit campak dan rubella," katanya.

Ibu Chantika, semula ngotot tidak membolehkan putrinya diimunisasi sebelum terbit Fatwa MUI mengaku melunak dan bersedia putrinya diimunisasi.

"Sekitar dua pekan lalu sudah diimunisasi di sekolah. Saya kalau belum ada fatwa MUI kemarin itu tidak berani," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Cewek Ini Makcomblangnya Ahok dan Polwan Cantik Bripda PND, Antar Makan ke Bui

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut mengaku belum menemukan kejadian luar biasa penderita MR, kecuali sekitar Juni 2018 lalu.

Sekitar Juni 2018 lalu, dicurigai penderita MR yang terdapat pada anak dan masyarakat umum. Itu sebelum kampanye MR, jelas Noordiansyah, lokasinya di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung.

"Setelah dilakukan penelitian dari darah sembilan penderita hanya dua yang menderita rubella. Tujuh penderita campak," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer